TAMIYANGLAYANG – Polres Barito Timur (Bartim) melaksanakan Apel Gelar Pasukan dan Sarpras, dalam rangka penanggulangan banjir serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (26/1/2023).
Apel yang dipimpin Kapolres Bartim AKBP Viddy Dasmasela itu diikuti oleh personel TNI, Polri, BPBD Damkar, relawan, dan petugas pemadam kebakaran milik perusahaan.
Turut hadir Wakil Bupati Barttim Habib Said Abdul Saleh, Wakapolres Kompol Zulyanto L Kramajaya, Pabung Kodim 1012/Buntok Mayor Chk Suryanto Evan, para pejabat utama Polres, dan perwakilan beberapa perusahaan yang berinvestasi di Bartim.
Dalam amanatnya, Kapolres AKBP Dasmasela mengatakan, Apel Gelar Pasukan dan Sarpras bertujuan untuk memastikan kembali bahwa sarana dan prasarana yang dimiliki sebagai alat penanggulangan bencana banjir maupun Karhutla dalam kondisi siap pakai. Serta personel dan operator dari semua lini mampu mengoperasikan peralatan yang dimiliki.
“Kabupaten Barito Timur memiliki luas wilayah sekitar 3.835,62 Km2. Dari dan luas wilayah tersebut, ada sekitar 1.681 Km2 yang berpotensi rawan kebakaran hutan,” ungkapnya.
Potensi kebakaran tersebut, lanjut Kapolres, yang harus kita kelola. Sehingga titik rawan Karthula bisa dikendalikan dan ditanggulangi bersama.
“Sesuai prakiraan dari BMKG, pada tahun 2023 potensi terjadi kebakaran hutan dan lahan lebih besar dibandikan tahun 2022. Karenanya, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu fokus dan prioritas Polres Bartim di tahun 2023,” ujarnya.
Menurut Kapolres, sarana dan prasarana yang dimiliki Barito Timur untuk penanggulangan Karhutla saat ini sangat terbatas. Sehingga diperlukan adanya koordinasi dan kerjasama yang baik. Serta kesadaran yang tinggi dari seluruh elemen, untuk bergerak maju bersama mencegah dan menanggulangi terjadinya Karhutla.
“Dengan koordinasi dan kerjasama yang baik, kendala sebesar apa pun yang terjadi di lapangan, akan kita selesaikan dengan baik,” tegasnya.[]
Editor : Almin Hatta



