Menuju Percontohan Nasional, BPJS  Ketenagakerjaan Tanbu Jalankan Program 1 Desa 100 Pekerja Rentan

Diposting pada

BATULICIN – Sejalan dengan Inpres Nomor 4 Tahun 2022 perihal Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, BPJS Ketenagakerjaan kini berinovasi dalam rangka meningkatkan jaminan perlindungan bagi masyarakat, terutama pekerja rentan, dengan menjalankan Program Perlindungan Jaminan Sosial 1 Desa 100 Pekerja Rentan dari Pemerintah Daerah bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Zainudin, menerangkan, BPJS ketenagakerjaan selama ini hanya fokus pada pekerja perusahaan. Namun untuk memberikan jaminan kesejahtraan, mulai tahun 2023 ini pihaknya menempatkan ekosistem desa menjadi fokus pertama programnya.

Sasaran adalah seluruh pekerja di desa. Pertama; BPJS Ketenagakerjaan melindungi perangkat desa, RT, RW, atau pekerja rentan yang ada di desa tersebut, seperti petani dan nelayan.

“Kami punya Program 1 Desa 100 Pekerja Rentan. Sekarang Kabupaten Tanbu sudah menjadi percontohan nasional, karena sudah menginisiasi Program 1 Desa 100 Pekerja Rentan. Ini merupakan yang pertama di Indonesia,” imbuhnya.

Dikatakanya, hampir 15.000 orang dari seluruh Indonesia yang terlindungi oleh BPJS ketenagakerjaan, dan ini sangat penting. Sebab, tujuanya memberikan kesejahteraan pada masyarakat. Seperti contoh, salah satu ahli waris peserta BPJS ketenagakerjaan di Tanbu mendapatkan santunan sebesar Rp338.512.410. Mereka adalah petani yang juga pengurus RT, dan kebetulan pula menjadi Satpam di salah satu perusahaan. Istrinya juga petani. Semuanya terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Karena terdaftar 4 jaminan kematian, maka Rp42 juta kali 4, itulah santunan yang berhak diterima ahli waris. Kedua anaknya dapat beasiswa dari TK sampai perguruan tinggi,” katanya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Batulicin, Murniati, menambahkan, terkait kepesertaan di Tanbu dianggap tertinggi di Kalimantan Selatan, dengan total kepesertaan penerima upah ada 88.000 peserta, dan yang bukan penerima upah masih 25.000.

Menurut Murniati, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, kerena jumlah penduduk masih ratusan ribu yang belum ikut kepesertaan, selama pandemi tadi  kepesertaannya meningkat signifikan hampir 60%.

“Masih banyak PR kita di Tanbu. Namun peningkatannya sangat signifikan, hampir 60%. Artinya Tanbu hebat,” ujarnya.

Di kesempatan sama, Sekda Tanbu Dr H Ambo Sakka mengapresiasi luar biasa, karena antara pemerintah daerah dan perusahaan bersinergi, dalam meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

“Seperti PT Jhonlin yang memiliki ribuan jaminan BPJS Ketenagakerjaan, yang merupakan kolaborasi antara pemerintah masyarakat dan perusahaan, sehingga bisa bersatu,” tuturnya.

Untuk diketahui, Direktur BPJS Ketenagakerjaan Zainuddin menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanbu yang diterima langsung oleh Bupati Tanbu dr HM Zairullah Azhar, atas pelaksanaan Program Perlindungan 1 Desa 100 Pekerja Rentan. Juga penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Serta penyerahan simbolis manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan yang disaksikan Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandan, dan Forkopimda Tanbu.(win)

Editor : Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *