TAMIYANGLAYANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), sudah melakukan investigasi dan mengambil sampel air di dekat karamnya tongkang bermuatan batubara di Desa Telang Baru, Kecamatan Paju Epat, Kabupaten Bartim.
“Sampel airnya sudah kami ambil dan langsung dibawa ke Laboratorium di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Hasilnya baru ada sekitar 3 mingguan, apakah tingkat pencemaranya tinggi atau biasa. Jadi kami masih menunggu,” kata Kepala DLH Bartim, Tius Sulle Bani, ketika diwawancarai awak media di kantornya, Selasa (21/3/2023) kemarin.
Tius Sulle Bani menjelaskan, setelah mendapatkan hasil dari sampel air tersebut, selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan.
Mengenai siapa atau perusahaan mana pemilik batubara di tongkang karam tersebut, Tius Sulle Bani tidak mau berkomentar terlalu jauh. Ia justru menyarankan menghubungi pihak kepolisian.
“Kami tidak sampai sejauh itu. Kami tidak bisa masuk ke ranah itu, karena kami hanya melakukan pengecekan saja. Itu ranahnya pihak kepolisian, karena mereka melakukan penyelidikan, bahwa dari mana batubaranya dan milik siapa. Sedangkan kami hanya sebatas mengecek tingkat pencemaranya saja,” tegasnya.
Sebagimana diketahui, insiden karamnya tongkang dengan nomor lambung PST 208 bermuatan batubara di Pelsus PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) terjadi pada Minggu (12/3/2023) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Sampai saat ini belum diketahui siapa pemilik batubaranya. Kepala Desa Telang Baru, dan pihak PT SPMT selalu pengelola pelabuhan terminal tongkang, juga tidak bersedia menyebutkan pemilik batubara tersebut.[]
Editor : Almin Hatta



