TAMIYANGLAYANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerjasama dengan anggota Komisi VII DPR RI, Willy M Yoseph, menggelar Sosialisasi Literasi Digital di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Senin (11/9/2023).
Kegiatan yang digelar di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Mantawara Tamianglayang ini diikuti 200 pelajar dan guru dari sejumlah SMP dan SMA, dengan narasumber Amarilia H Dameswary dan BRIN.
Pranata Humas dan Ahli Muda Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan BRIN, Wahyu Setiyadi, saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, Sosialisasi Literasi Digital ini merupakan Program Komunikasi Publik BRIN untuk Masyarakat, yang dilaksanakan bermitra dengan Komisi VII DPR RI.
“Kami dari BRIN sangat bergembira mendapat kesempatan yang baik pada hari ini, dapat bertemu dengan bapak/ibu peserta pelatihan, untuk berbagi pengalaman, berbagi ilmu pengetahuan, melalui narasumber dari instruktur BRIN yang kami hadirkan,” ucapnya.
Wahyu menjelaskan, Program Komunikasi Publik BRIN untuk Masyarakat berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan mereka.
“Target program ini adalah berbagai segmen masyarakat. Mulai dari kelompok masyarakat secara umum, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga kalangan pelajar,” ujarnya.
Adapun program ini dilakukan dalam bentuk pelatihan, bimbingan teknis, dan sebagainya, yang melibatkan sumber daya pakar dari BRIN, sesuai dengan persoalan yang ada di masyarakat.
“Khusus untuk literasi digital, diperlukan dalam penggunaan teknologi. Salah satu komponen dalam lingkungan belajar dan akademis adalah literasi digital. Penerapan literasi digital dapat membuat masyarakat jauh lebih bijak dalam menggunakan serta mengakses teknologi,” terangnya.
Lebih lanjut dijelaskan Wahyu, dalam bidang teknologi, khususnya informasi dan komunikasi, literasi digital berkaitan dengan kemampuan penggunanya. Kemampuan untuk menggunakan teknologi sebijak mungkin, demi menciptakan interaksi dan komunikasi yang positif.
Menurut Wahyu, BRIN merupakan lembaga baru yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI, dan dibentuk dari Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2021, dimana ada lima entitas bersinergi dalam BRIN. Yaitu Riset dan Teknologi (Ristek), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN).
“BRIN memiliki tugas dan fungsi menyelenggarakan tugas pemerintahan di bidang penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan. Serta invensi dan inovasi, penyelenggaraan ketenaganukliran, dan penyelenggaraan keantariksaan secara nasional yang terintegrasi,” ungkapnya.
Wahyu juga menerangkan, pemerintah dalam hal ini BRIN, perlu memberikan instrumen dukungan kepada masyarakat. Diseminasi hasil riset dan inovasi yang dimiliki oleh BRIN diharapkan mampu memberikan solusi yang sesuai dengan butuhan masyarakat. Serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam memanfaatkan hasil riset dan inovasi. Juga perlu dilakukan untuk meningkatkan adopsi hasil riset dan inovasi, sekaligus memberikan jaminan keberlanjutan proses pemanfaatan pada masyarakat.
“Kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Dr Ir Willy M Yoseph MM untuk kesempatan yang diberikan kepada BRIN, dan atas komitmennya untuk terus membina masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pelatihan,” pungkasnya.[]
Gazali Rahman 11/9/ 2023.(BP)



