Kanwil Kemenag Kalteng Gelar Manasik Haji di Bartim

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Bagian Kesra Pemprov Kalteng, bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalteng, menggelar penyuluhan manasik bagi Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Barito Timur (Bartim) Tahun 2024.

Kegiatan yang dilaksanakan di GPU Mantawara, Tamianglayang pada Kamis (7/12/2023) tersebut dibuka secara resmi oleh Plt Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng, Ahmad Pahruka, yang diwakili Kabag Bina Mental dan Spritual Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng, Eka Dyan Satya Hadi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kabid PHU Kanwil Kemenag Kalteng, Kepala Kemenag Bartim beserta Kasi dan jajaran, Kabag Kesra Setda Bartim, serta para CJH Bartim.

Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag Bina Mental dan Spritual Biro Kesra Setda Provinsi Kalteng, Eka Dyan Satya Hadi, menyampaikan, Pemprov Kalteng menyambut baik dan mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan ini. 

“Tentunya, kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman akan manasik haji, dimana manasik haji merupakan sebuah perjalanan rohani yang sangat agung bagi umat Islam,” katanya. 

Menurutnya, sesuai peraturan perundangan yang berlaku, jamaah haji berhak mendapatkan bimbingan manasik haji dan materi lainnya di tanah air, dalam perjalanan, hingga berada di Arab Saudi. 

Selain itu, juga dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta praktik dasar mengenai ibadah haji bagi jamaah haji daftar tunggu, perlu diberikan penyuluhan manasik haji sepanjang tahun.

“Tujuannya untuk memberikan bimbingan kepada jamaah yang sudah memiliki nomor porsi, sehingga memiliki bekal dan pengetahuan haji secara maksimal, guna memastikan setiap langkah yang diambil selama ibadah haji dilakukan dengan kesadaran dan keikhlasan yang tinggi,” tutur Eka Dyan Satya Hadi. 

Eka Dyan menjelaskan, pembekalan CJH dengan pengetahuan ibadah haji sejak dini merupakan salah satu strategi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan jamaah di tengah semakin panjangnya antrian jamaah haji. 

“Pembimbingan dan penyuluhan ini juga tentunya secara psikologis akan membentuk ikatan silaturrahim yang kuat, antara pemerintah dengan jamaah, dan antara jamaah dengan jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci,” terangnya.

Eka Dyan menyebutkan, CJH yang berasal dari Bartim sebanyak 112 orang, dengan estimasi keberangkatan Tahun 1445 H/2024 M.
Sedangkan untuk Kalimantan Tengah sendiri, masa tunggunya adalah 27 tahun. 

Eka Dyan menuturkan, berdasarkan UU RI Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, pemerintah daerah mempunyai peran menyediakan layanan transportasi menuju embarkasi dan debarkasi haji, serta akomodasi yang layak dan nyaman untuk para CJH.

Kemudian, memastikan para jamaah haji mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, dan memberikan bantuan pembiayaan dalam pelaksanaan ibadah haji.

“Hal ini dilakukan melalui pengalokasian anggaran dari pemerintah daerah untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji,” ujarnya.

Eka Dyan berharap, CJH dapat mengikuti penyuluhan manasik haji ini dengan disiplin dan tertib, walaupun telah memiliki ilmu mengenai manasik haji. 

“Semoga calon jamaah haji yang akan berangkat Tahun 1445 H/2024 M memperoleh haji mabrur dan meningkatnya kualitas iman, ilmu, dan amal shaleh. Baik secara individual maupun secara sosial,” demikian Eka Dyan Satya Hadi.[] 

 

Gazali Rahman 8 /12/ 2023.(zi/jp).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *