
Buku memiliki peranan penting pada proses pembelajaran sebagaimana tertuang dalam Permendiknas tahun 2008, yaitu bahwa buku pendidikan bertujuan memberikan pengalaman, pengetahuan, keterampilan kepada siswa tentang kehidupan dalam berbagai bidangnya, baik untuk masyarakat, budaya, dan alam sekitarnya maupun tentang Tuhan Yang Maha Esa. Buku tidak hanya berguna bagi siswa di sekolah, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan masyarakat umum.
Berdasarkan hasil observasi siswa di beberapa sekolah SMA/MA hingga mahasiswa di kampus yang tergabung dalam komunitas sejarah Borneo Historical Community (BHC) di Kota Banjarmasin, umumnya menyatakan bahwa sumber belajar atau sumber informasi sejarah yang digunakan selama ini yaitu buku referensi, e-book dan internet.
Sumber buku yang dimiliki generasi muda anggota komunitas sejarah Borneo Historical Community (BHC) di Kota Banjarmasin, memiliki keterbatasan dengan banyaknya materi yang disajikan, bahasa yang sulit dipahami, dan masih sedikit ilustrasi/gambar yang disajikan maka, alternatif sumber belajar dan informasi yang dapat dikembangkan yaitu ensiklopedia.
Ensiklopedia merupakan buku yang menghimpun keterangan atau uraian tentang berbagai hal dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan. Entri disusun secara alfabetis atau mengikuti sistem tertentu secara keilmuan logis. Penjelasan lema disertai dengan gambar-gambar yang menarik, relevan dan informatif.
Alternatif pemecahan masalah dilakukan dengan mengadakan Workshop Penyusunan Ensiklopedia Sejarah Banjar, Seri Bangunan Bersejarah di Kota Banjarmasin tahun 1900-1942 bagi komunitas sejarah di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Agustus 2023.

Menurut Ketua Tim Pengabdi Rusdi Effendi, kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa kegiatan awal pembuatan usul pengabdian dan persiapan pelaksanaan pelatihan. Kemudian tahap kedua, rangkaian pelatihan. Pada tahap kedua, pelaksanaannya dalam dua hari.
“Kegiatan hari pertama peserta mendapatkan materi yang berkaitan dengan Workshop Penyusunan Ensiklopedia Sejarah Banjar, Seri Bangunan Bersejarah di Kota Banjarmasin Tahun 1900-1942 Bagi Komunitas Sejarah di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Peserta juga diberikan penjelasan perihal latar belakang, tujuan, lalu sasaran serta pengarahan program pelatihan dan penjelasan tentang langkah-langkah Pembuatan ensiklopedia. Kemudian pada hari kedua adalah koreksi karya dan pemberian masukan untuk perbaikan karya yang telah dikoreksi. Dilanjutkan dengan diskusi yang melibatkan semua personalia pengabdian dan peserta pelatihan” papar Rusdi.
Selain itu menurut Rusdi, dengan pengabdian ini, peserta pelatihan bisa membuat perancangan buku ensiklopedia sebagai bagian dari materi muatan lokal dan publikasi yang memberikan nilai edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan apresiasi terhadap sejarah lokal Banjar dengan media yang menarik, serta meningkatkan jiwa nasionalisme dengan mengenal dan mengetahui tentang bangunan-bangunan bersejarah di Kota Banjarmasin.
Anggota Tim Pengabdi Daud Yahya memaparkan target akhir yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah luaran wajib PKM. Selain itu disusun buku Ensiklopedia Sejarah Banjar, Seri Bangunan Bersejarah di Kota Banjarmasin Tahun 1900-1942 yang sudah ber-ISBN serta diterbitkan oleh Komunitas Borneo Historical Community (BHC) Kota Banjarmasin.



