TAMIYANGLAYANG – Warga Desa Tangkum, Kecamatan Raren Batuah, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), dihebohkan adanya ratusan ayam atau unggas yang mendadak mati.
Menurut Kepala Desa Tangkum, Dasah, sampai saat ini sudah tercatat sebanyak 243 ekor ayam milik warganya yang mati.
“Ada tujuh KK di sini yang ayamnya mendadak mati. Setiap malam ada 3 ekor bahkan lebih yang mati,” katanya kepada awak media, Senin (22/1/2024).
Selain ayam, tutur Dasah, itik milik warganya juga ada yang mati mendadak tanpa tahu penyebab kematiannya.
Atas perihal tersebut, Dasah mengaku bingung karena sampai saat ini belum tahu obat atau penawar untuk mencegah ayam mati mendadak tersebut.
Sebagai upaya dan mencari solusi agar ayam tidak terkena penyakit misterius tersebut, Dasah sudah melaporkan ke Dinas Peternakan Bartim.
“Sudah kita laporkan dan langsung ditanggapi. Pihak Dinas Peternakan langsung menginstruksikan petugas di kantor kesehatan hewan (Keswan) Ampah agar turun ke lapangan,” ujarnya.
“Setelah ada instruksi tersebut mereka langsung ke lapangan dan memeriksa ayam warga. Mereka memberikan cairan sejenis disinfectan, dan menyarankan agar menyemprotkannya ke kandang ayam,” imbuhnya.
Selain itu, ungkap Dasah, pihak petugas Keswan juga menyarankan agar memberikan ramuan tradisional saat memberikan ayam pakan. Mereka menyuruh peternak ayam agar mencampur pakan dengan merica, lalu diberikan ke ayam agar dimakan.
“Kalau menyemprot kandang ayam dengan cairan sejenis disenfectan sudah dilakukan warga, namun tetap saja tidak berpengaruh. Sedangkan untuk mencampur pakan dengan ramuan tradisional masih belum dilakukan warga,” ucapnya.
Menurut Dasah, walaupun warganya beternak skala kecil namun sangat bermanfaat untuk menopang kebutuhan mereka.
“Kalau ada hajatan tidak usah beli, cukup ayam sendiri saja yang disembelih. Namun karena takut ayamnya mati mendadak, warga terpaksa menyembelihnya sebelum ada hajatan,” tuntasnya.[]
Gazali Rahman 24/1/ 2024.



