TAMIYANGLAYANG – Masalah krisis atau ketidaktersediaan beberapa jenis obat di RSUD Tamiyanglayang, Kabupaten Barito Timur (Bartim), yang sempat mencuat beberapa waktu lalu, kini telah berhasil diatasi.
Awalnya Sekda Bartim, Panahan Moetar, bersama Inspektorat Kabupaten Bartim, Josmar L Banjarnahor, Kepala Dinkes Bartim, dr Jimmi WS Hutagalung, Derektur RSUD Tamianglayang, dr Vinny Safari, berdialog langsung dengan menajemen rumah sakit, para dokter spesialis, Kepala Instalasi Farmasi, dan seluruh Kepala Ruang Perawatan, berkaitan kebutuhan obat di RSUD Tamianglayang.
Kemudian, Sekda Panahan Moetar didampingi Inspektorat Josmar L Banjarnahor dan Kepala Dinkes Bartim dr Jimmi WS Hutagalung, melakukan inspeksi sekaligus menginventarisasi persoalan pada Selasa (23/1/2024).
“Memang terjadi kendala beberapa waktu lalu terkait obat, namun saat ini sudah teratasi,” kata Direktur RSUD Tamianglayang, dr Vinny Safari.
Vinny Safari menyatakan menyambut baik kunjungan para pejabat tersebut, dan memohon arahan serta memberikan kesempatan kepada audience untuk melakukan tanya jawab.
Pada kesempatan itu, Sekda berdialog langsung dengan pihak manajemen RSUD Tamianglayang, para dokter spesialis, Kepala Instalasi Farmasi, dan seluruh Kepala Ruang Perawatan.
Sekda Panahan Moetar mengatakan, permasalahan mendasar terkait kekosongan obat yang sudah teratasi supaya dikawal, agar tidak terulang kembali.
“Perencanaan kebutuhan harus didukung pembiayaan yang memadai. Apabila terdapat kekurangan anggaran, dapat diusulkan dalam APBD Perubahan,” pesannya.
Panahan Moetar juga mengingatkan, agar seluruh karyawan tetap solid, saling mendukung, dan membantu. Hal tersebut guna terciptanya pelayanan kesehatan yang prima bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Dokter Spesialis Anak, Jusuf, menekankan pentingnya efisiensi obat. Dokter hendaknya memprioritaskan untuk meresepkan obat generik, dan lebih selektif dalam memberi obat paten.
“Apabila ada permasalahan yang tidak selesai, silakan dilaporkan kepada saya selaku Ketua Dewan Pengawas RSUD Tamianglayang,” timpal Sekda Panahan Moetar.[]
Gazali Rahman 25/1/ 2024.(CK)



