foto:mckalsel

Banjir Kalsel: 33.757 Keluarga Terdampak

Diposting pada

Banjir besar yang melanda Kalimantan Selatan telah berdampak pada 33.757 keluarga atau hampir 100 ribu jiwa, dengan banyak wilayah masih tergenang air. Data Dinas Sosial Kalsel hingga 30 Januari 2025 mencatat bahwa bencana ini telah melanda 11 kabupaten/kota.

Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan dampak terparah, dengan 68 desa di sembilan kecamatan terendam. Sebanyak 12.237 keluarga atau 33.147 jiwa terdampak. Sementara itu, Kabupaten Tanah Laut mencatat 6.757 keluarga atau 19.840 jiwa terdampak banjir di enam kecamatan yang meliputi 28 desa.

“Kecamatan Martapura Barat, Martapura Timur, dan Sungai Tabuk di Kabupaten Banjar merupakan daerah yang paling terdampak. Begitu pula dengan Kecamatan Kurau dan Bati-Bati di Tanah Laut,” ujar Kabid Penanganan Bencana Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Achmadi.

Di Kabupaten Barito Kuala, banjir merendam 23 desa di empat kecamatan, menyebabkan 4.595 KK atau 15.702 jiwa terdampak. Sementara di Kabupaten Hulu Sungai Utara, 6.987 KK atau 20.629 jiwa terdampak, meskipun kondisi air di sana mulai surut.

Selain dampak yang luas, stok bantuan juga semakin menipis. “Stok bantuan tanggap darurat, khususnya dari Kementerian Sosial, semakin berkurang. Kami terus berkoordinasi agar segera ada tambahan bantuan, mengingat jumlah penyintas terus bertambah,” kata Achmadi.

Bantuan yang semakin menipis mencakup makanan siap saji, perlengkapan anak dan bayi, family kit, tikar, serta selimut. Sementara itu, bantuan dari dana APBD, seperti beras, lauk pauk, dan air minum, masih tersedia namun terbatas.

Di tengah kondisi ini, tim dari Kementerian Sosial terus menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Fungsional Penyuluh Sosial Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Andri Firmansyah, mengatakan bahwa selain bantuan logistik, masyarakat juga sangat membutuhkan makanan bayi dan perhatian khusus bagi lansia.

Dengan jumlah korban yang terus bertambah, masyarakat terdampak banjir berharap bantuan segera datang agar mereka bisa bertahan hingga kondisi membaik. Pemerintah daerah dan pusat terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para korban tetap terpenuhi di tengah bencana yang masih berlangsung.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *