BANJARMASIN – Kehebohan melanda warga sekitar Jalan Veteran, Kecamatan Banjarmasin Timur, pada Jumat (28/3) malam. Sejumlah warga menduga telah ditemukan sampah medis di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan tersebut. Isu ini pun cepat menyebar, memunculkan kekhawatiran akan bahaya limbah medis bagi lingkungan dan kesehatan.
Menanggapi hal ini, pihak Rumah Sakit Bhayangkara Tk III Banjarmasin segera memberikan klarifikasi. Melalui tim manajemennya, Supriadinoor menegaskan bahwa sampah yang ditemukan bukanlah limbah medis seperti yang dikhawatirkan masyarakat.
“Untuk sampah tersebut sudah kita konfirmasi, dan itu bukan sampah medis,” ujarnya dengan tegas. Pernyataan ini pun diperkuat oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin yang juga memastikan bahwa sampah yang ditemukan tidak mengandung unsur medis.
Supriadinoor menjelaskan bahwa RS Bhayangkara memiliki prosedur ketat dalam menangani limbah medis. Mereka telah bekerja sama dengan dua perusahaan pengelola limbah, yakni PT Transwarte Moda Indonesia dan PT Kelola Limbah Banua. “Jadi, untuk penanganannya dapat kita pastikan sudah sesuai standar operasional kerja (SOP),” tambahnya.
Meski demikian, isu ini tetap sempat membuat masyarakat waspada. Oleh karena itu, pihak RS Bhayangkara mengimbau warga agar tidak khawatir. “Itu sudah dibuktikan dengan pemeriksaan oleh pihak DLH Kota Banjarmasin,” tegasnya lagi.
Di sisi lain, RS Bhayangkara juga terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satu langkahnya adalah dengan memperluas fasilitas, termasuk menambah poliklinik di gedung yang baru. “Harapannya, kami bisa mendapat dukungan dari masyarakat Banjarmasin terkait pelebaran atau revitalisasi poliklinik yang ada. Kami siap melayani pasien,” tutupnya.
Meski dugaan awal soal sampah medis di TPS Veteran telah terbantahkan, kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan limbah yang baik. Selain itu, transparansi dan komunikasi dari pihak terkait juga berperan besar dalam mencegah kepanikan di masyarakat.



