Seminggu setelah banjir bandang menerjang Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, aktivitas masyarakat mulai kembali normal. Rumah yang sebelumnya terendam kini telah ditempati kembali dan warga perlahan menata kehidupan mereka.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balangan, Rahmi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan langsung ke desa desa terdampak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Pemantauan kami lakukan dari Desa Juuh, kemudian Sungsum, Gunung Batu, hingga Desa Tebing Tinggi,” ujarnya saat meninjau lokasi terdampak, Jumat 2 Januari 2026.
Ia menyebut kondisi warga menunjukkan pemulihan yang signifikan. Sebagian besar masyarakat sudah kembali ke rumah masing masing dan mulai melakukan pembersihan tahap akhir serta penataan perabot rumah tangga.
“Warga sudah bisa kembali masuk rumah dan beraktivitas. Sekarang tinggal pembersihan tahap akhir serta penataan perabot rumah tangga,” tuturnya.
Di tengah proses pemulihan, kebutuhan konsumsi masyarakat dipastikan aman. Bantuan logistik terus mengalir dari relawan, donatur, hingga masyarakat yang tergerak membantu.
“Alhamdulillah bantuan mencukupi. Posko posko dan dapur umum masih terpenuhi dengan baik,” jelas Rahmi.
Status Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Balangan dijadwalkan berakhir pada Sabtu 3 Januari 2026. Pemerintah daerah selanjutnya akan melakukan evaluasi untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penetapan status Siaga Darurat Bencana.
Selain itu, BPBD bersama pemerintah daerah akan melakukan pendataan rumah warga yang mengalami kerusakan. Penanganan kerusakan tersebut direncanakan diakomodasi melalui APBD Kabupaten Balangan Tahun 2026.
“Harapannya, masyarakat bisa benar benar pulih dan kembali menjalani kehidupan dengan aman dan nyaman,” harapnya.



