BALANGAN — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebanyak 30 mahasiswa Universitas Sapta Mandiri (UNIVSM) melaksanakan “Ekspedisi Aksi Mengabdi” ke Sekolah Dasar Kecil (SDK) Ambata, Desa Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada 2 hingga 3 Mei 2026. Ekspedisi ini menjadi bukti nyata komitmen kemanusiaan sivitas akademika UNIVSM dalam mendukung pemerataan pendidikan di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Perjalanan untuk menyapa para siswa di pedalaman Pegunungan Meratus tersebut menuntut fisik dan mental yang prima. Rombongan mahasiswa yang dikawal langsung oleh dua dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNIVSM, Muhammad Sukri dan Rivaldi Wiratama, harus menempuh perjalanan darat menggunakan kendaraan selama dua jam dari pusat kota.
Tantangan sesungguhnya dimulai ketika akses kendaraan terputus. Tim ekspedisi harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama dua hingga tiga jam. Dengan memanggul logistik dan barang donasi, para mahasiswa menyusuri jalan setapak yang membelah hutan lebat dan mendaki perbukitan kaki Gunung Meratus.
Setibanya di SDK Ambata, kelelahan tim terbayar oleh antusiasme anak-anak setempat. Dalam kolaborasi antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNIVSM, BEM FKIP, dan Forum Gerakan Buku Meratus, para mahasiswa menyalurkan donasi berupa paket perlengkapan tulis, tas, buku-buku bacaan, hingga seragam sekolah.
Lebih dari sekadar bantuan materi, kehadiran mahasiswa UNIVSM juga membawa pendekatan psikososial. Pada malam hari, tim menggelar pemutaran film edukatif bertema pendidikan untuk warga desa. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi bersama, apel simbolis peringatan Hardiknas, dan rangkaian permainan edukatif yang dirancang untuk memotivasi semangat belajar siswa.
Presiden Mahasiswa UNIVSM, Abdullah, menjelaskan bahwa aksi pengabdian ini lahir dari kepedulian mahasiswa terhadap kondisi riil pendidikan di pelosok Balangan.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata aksi kemanusiaan kami terhadap dunia pendidikan. Dalam penyelenggaraannya, kami didukung penuh oleh pihak kampus, baik Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) maupun Yayasan Universitas Sapta Mandiri,” ungkap Abdullah di lokasi kegiatan. Ia juga menargetkan program serupa dapat menjadi agenda rutin kampus ke depannya.
Langkah nyata UNIVSM ini mendapat apresiasi tinggi dari Wawan Setiawan, Founder Gerakan Buku Meratus. Wawan menilai keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi sangat krusial, tidak hanya dalam distribusi bantuan, tetapi juga sebagai agen untuk mengekspos potret pendidikan pedalaman ke ruang publik yang lebih luas.
“Kami berharap mimpi setiap anak tidak harus terhenti hanya karena kondisi geografis atau keterbatasan fasilitas. Semoga melalui langkah bersama ini, anak-anak Ambata dapat meraih mimpi mereka di kemudian hari,” kata Wawan.
Melalui ekspedisi ini, Universitas Sapta Mandiri kembali menegaskan posisinya tidak hanya sebagai institusi pencetak lulusan berprestasi akademik, tetapi juga sebagai perguruan tinggi yang konsisten mengimplementasikan pengabdian masyarakat—salah satu pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi—dengan turun langsung menyentuh denyut nadi kehidupan masyarakat.



