,BALANGAN, maknanews.com — Kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Balangan mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sapta Mandiri turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat.
Bersama sejumlah mahasiswa, BEM Universitas Sapta Mandiri membagikan masker secara gratis kepada warga yang masih beraktivitas di luar rumah, Senin (7/9/2026).
Wakil Presiden Mahasiswa BEM Universitas Sapta Mandiri, Sasya Nabila, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi kualitas udara yang sedang dihadapi masyarakat Balangan.
Menurutnya, kondisi udara yang buruk dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki aktivitas dan mobilitas tinggi di luar ruangan.
“Kami melihat kondisi udara di Kabupaten Balangan saat ini cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan informasi yang kami terima, partikulat sempat mencapai 880,7 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya,” ujarnya.
Sasya menjelaskan, pembagian masker menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan mahasiswa untuk membantu masyarakat mengurangi paparan asap ketika harus berada di luar rumah.
Ia menyadari pembagian masker tidak dapat menyelesaikan persoalan karhutla. Namun, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk perlindungan sementara sekaligus menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Masker memang bukan solusi untuk persoalan karhutla, tetapi setidaknya ini menjadi bentuk perlindungan sementara sekaligus bentuk kepedulian kami terhadap kondisi yang sedang terjadi,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat langsung membagikan masker kepada warga. Aksi itu juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengambil peran sosial ketika terjadi persoalan yang berdampak terhadap masyarakat.
BEM Universitas Sapta Mandiri berharap masyarakat tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi yang biasa. Masyarakat juga diimbau untuk memperhatikan kondisi udara dan membatasi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan.
“Kami berharap masyarakat lebih peduli terhadap kondisi udara dan tidak menganggap kabut asap sebagai sesuatu yang biasa. Kami juga berharap pemerintah lebih serius lagi dalam penanganan karhutla,” tutur Sasya.
Selain menggunakan masker, masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan dan mengurangi paparan asap selama kualitas udara masih buruk.
Melalui kegiatan tersebut, BEM dan mahasiswa Universitas Sapta Mandiri ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan lingkungan tidak hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.



