Remaja 17 Tahun di Barito Timur Meninggal akibat Gagal Napas Akut

Diposting pada

TAMIANG LAYANG – Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial RG, warga Kelurahan Taniran, Kabupaten Barito Timur, meninggal dunia setelah mendapat penanganan di IGD RSUD Tamiang Layang, Ahad (20/9/2026) sekitar pukul 03.55 WIB.

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kesehatan Barito Timur dr. Jimmi W.S. Hutagalung, pasien meninggal akibat Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) atau gagal napas akut. Pasien tidak memiliki riwayat asma maupun alergi.

“Meninggal karena gagal napas. ARDS itu gagal napas akut. Pasien tidak ada riwayat alergi,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang beredar sebelumnya, RG mengalami batuk dan pilek sekitar satu minggu. Pada Jumat (18/9/2026) ia mulai demam, namun masih bisa beraktivitas. Kondisinya memburuk pada Sabtu (19/9/2026), dan pada Ahad dini hari sekitar pukul 02.00 WIB ia mengalami sesak napas hingga dibawa ke IGD RSUD Tamiang Layang.

Terkait kondisi kabut asap yang tengah melanda Barito Timur, dr. Jimmi menyebut situasi tersebut dapat memperparah kondisi pernapasan yang sudah terganggu sebelumnya — namun Dinkes tidak menyatakan kabut asap sebagai penyebab langsung kematian.

“Pasien batuk terlebih dahulu. Dengan adanya situasi kabut asap sekarang, bisa memengaruhi pernapasan pasien,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak mengabaikan keluhan pernapasan, terutama saat kualitas udara sedang terganggu. Sesak napas, batuk memburuk, dan lemas berlebihan perlu segera mendapat penanganan medis. Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan pelindung pernapasan yang memadai.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *