PALANGKA RAYA — Mahasiswa Barito Timur mempertanyakan hasil rehabilitasi Asrama Mahasiswa Barito Timur di Palangka Raya yang memiliki pagu anggaran Rp2,8 miliar. Mereka meminta pemerintah daerah membuka pertanggungjawaban proyek dan menjelaskan alasan asrama putra yang direhabilitasi pada akhir 2025 belum ditempati.
Aspirasi tersebut disampaikan Himpunan Mahasiswa Barito Timur (HIMA BARTIM) dalam pertemuan dengan tiga anggota DPRD Barito Timur di asrama setempat, Jumat (9/10/2026). Anggota DPRD yang hadir ialah Rini, Mardianto, dan Roma Analta.
Mahasiswa mengacu pada informasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP yang mencantumkan pagu rehabilitasi Rp2,8 miliar, perencanaan Rp100 juta, dan pengawasan Rp100 juta. Total pagu ketiga paket mencapai Rp3 miliar. Nilai tersebut merupakan pagu anggaran, bukan jumlah realisasi belanja.
Mereka meminta penjelasan mengenai kesesuaian hasil pekerjaan dengan gambar perencanaan, rencana anggaran biaya (RAB), spesifikasi teknis, dan kontrak. Mahasiswa juga melaporkan kerusakan plafon, dua WC tersumbat, serta persoalan keamanan asrama.
Perwakilan mahasiswa, Melalani, berharap pemerintah daerah segera memperbaiki fasilitas dan memastikan asrama aman serta layak dihuni. Mahasiswa turut meminta evaluasi bantuan beasiswa sebesar Rp5 juta per tahun, terutama jika hanya diberikan satu kali selama masa kuliah.
Alumni sekaligus demisioner Ketua HIMA BARTIM, Fardoari Reketno, mendorong pemerintah membuka dokumen proyek yang dapat diakses publik dan menjawab pertanyaan mahasiswa berdasarkan data serta pemeriksaan faktual.
Mardianto mengatakan aspirasi mahasiswa akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Ia juga menyatakan akan berkoordinasi untuk mengetahui kendala yang menyebabkan asrama putra belum ditempati.
Mahasiswa menyampaikan tujuh tuntutan, meliputi transparansi proyek, pengawasan DPRD, evaluasi keamanan, perbaikan fasilitas, evaluasi beasiswa, kejelasan tindak lanjut, dan penyelesaian yang terukur. Mereka berharap pemerintah daerah memberikan penjelasan dan langkah konkret atas persoalan tersebut.[]



