SEJAK kasus positif pertama Covid-19 di Kalsel pada Maret lalu, hingga minggu pertama Juni 2020, sudah mendekati 50 persen dana yang sudah digunakan Tim Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 Kalsel dari yang sudah dianggarkan.
“Ada 99 sekian miliar sudah diserap oleh Gugus Tugas,” kata Ketua Harian GGTP Covid-19 Kalsel H Abdul Haris Makkie, Senin (8/6) siang di Sekretariat DPRD Kalsel, Banjarmasin.
Menurut keterangannya, Pemerintah Provinsi Kalsel telah menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk upaya penanganan dan penanggulangan Covid-19 di Banua. Anggaran tersebut dialokasikan dari hasil relokasi refocussing anggaran tiap-tial SOPD di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.
Secara teknis, anggaran tersebut dijelaskan H Abdul Haris penggunaannya dilakukan oleh BPBD Kalsel sebagai bagian dalam GTPP Covid-19 Kalsel. Penggunaan utama mayoritas untuk pembelian Alat Pelindung Diri (APD), gaji dan tunjangan tenaga kesehatan petugas, serta pembayaran biaya sewa hotel untuk para tenaga medis dan lainnya.
H Abdul Haris Makkie mengaku khawatir akan muncul gelombag kedua Covid-19 di Kalsel. Jika tidak dapat dihindarkan, keuangan daerah menurutnya akan kualahan.
“Ya pasti kami khawatir. Kami sudah menyusur anggaran 50 persen dari anggaran di SKPD, kalau muncul gelombang kedua ini akan sangat berbahaya. Jadi menjadi fokus kita supaya tidak muncul gelombang kedua. Makanya tracing, tracking dan testing itu sangat penting dilakukan,” ucapnya. (man)



