Editor: Almin Hatta
SENAKEN – Dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian benar-benar parah. Tapi cuma terhadap perekonomian skala besar di perkotaan, tapi melanda jauh hingga ke kota kecamatan.
Contohnya Pasar Senaken, di Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur (Kaltim). Pasar yang tadinya ramai tersebut, dalam beberapa bulan terakhir terlihat sepi. Alhasil, transaksi jual-beli pun ikut sepi.
Semua pedagang di Pasar Senaken mengaku omzetnya menurun tajam. “Otomatis penghasilan juga menurun drastis,” kata Bu Jannah, salah seorang pedagang di pasar tersebut.
Bu Jannah ini membukan toko pakaian di Pasar Senaken tersebut. “Sudah beberapa bulan terakhir penghasilan penjualan saya terus berkurang. Ini semua disebabkan pasar yang sepi dari pembeli,” ujarnya, Kamis (15/10/2020).
Bu Jannah menuturkan, para pedagang eceran yang dulu selalu membeli pakaian dalam jumlah banyak, belasan lusin, bahkan sampai berpuluh-puluh lusin, sekarang ini mereka mengambil hanya dua atau tiga lusin saja.
“Meski demikian, kita tetap bersabar dan bersyukur. Walaupun pasar agak sepi dari pelanggang, namun tetap saja ada transaksi, masih ada saja barang yang laku, itulah yang disyukuri,” katanya.
Bedanya, papar Bu Jannah, berjualan di masa pandemi sekarang ini agak repot. Pasalnya, para pelanggan lebih rewel dalam menawar barang.
“Ada yang bahkan menawar di bawah dari harga modal. Padahal, kami para pedagang juga tidak banyak ngambil keuntungan. Yang penting kembali modal sama ongkos kirim, terus ada untung sedikit, langsung kita jual,” ucapnya.
Perinsifnya, lanjut Bu Jannah, yang penting dagangan cepat laku. “Sehingga kita bisa lebih cepat juga memutar modal. Ya beli barang yang baru atau pakaian yang sedang tren. Sehingga pakaian yang kita jual tidak ketinggalan zaman. Kita cari pakaian yang gaya, model zaman sekarang, yang tentunya lebih laku,” ujar Bu Janah, mengakhiri ceritanya.[]



