Editor : Almin Hatta
ARABAI – Di masa pandemi Covid-19 ini, kegiatan belajar-mengajar harus dilakukan secara jarak jauh alias daring, juga secara luring untuk tempat-tempat tertentu. Intinya, proses belajar-mengajar tetap terlaksana dengan baik.
Bisa jadi, hal ini menjadi penguji sejauh mana keseriusan seorang siswa mengikuti pelajaran dari gurunya. Bisa jadi pula, keadaan ini menguji orangtua murid dalam memperhatikan pendidikan anaknya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah HST (HST), Chairiah ST, mengatakan, sejak 14 Maret 2020 lalu sistem belajar anak didik di seluruh wilayah Kabupaten HST dilakukan secara daring dan masih terus berlangsung hingga sekarang.
“Belajar lewat daring ini harus diakui banyak kendala, terutama mengenai internet dan kuota. Tapi, Alhamdulilah, pemerintah sudah memberi paket data internet. Selain itu, kurikulum pelajaran pun diserdarhanakan,” katanya, Senin (2/11/2020).
Belajar lewat daring, papar Chairiah ST, yang terpenting adalah semuanya bisa melaksanakan sistem pembelajaran. Baik itu gurunya, pengawasnya, dan tentua saja siswanya. Selain itu, yang juga sama pentingnya, semuanya sehat.
“Jadi, sejauh ini belum ada keputusan belajar-mengajar secara tatap muka seperti sebelum Covid-19,” ujarnya.
Chairiah ST memaparkan, wilayah HST sangat luas. Ada siswa yang di tempat tinggalnya tidak ada jaringan internet. Makanya, siswa seperti ini terpaksa harus belajar lewat luring. Yakni, siswa tidak turun ke sekolah, tapi mengambil soal untuk belajar. Ada juga guru-gurunya yang datang ke rumah siswa, atau berkelompok kecil, untuk belajar bersama. Khusus wilayah pegunungan yang susah jaringan, pertemuan itu didampingi gurunya. Tapi tidak seluruhnya tatap muka antara siswa dan guru.
“Kualitas pendidikan di masa pandemi Covid-19 tetap kita perhatian. Meski demikian, kita tidak menuntut atau mengejar target. Kita tetap mengutamakan belajar-mengajar tetap berlangsung,” tegasnya.
Harapan pihak sekolah, lanjut Chairiah, orangtua siswa selalu membantu anak-anaknya saat belajar di rumah.
“Kita harapkan, setiap orangtua siswa agar lebih sabar dalam mendampingi anaknya selama masa pandemi Covid-19 ini. Sebab, bagaimana pun juga, masalah pendidikan adalah tanggung jawab kita semua, termasuk orangtua siswa,” ujarnya.[]



