Editor : Almin Hatta
BARABAI – Dalam pelaksanaan Maulid hendaknya masyarakat tetap mengutamakan menjaga kesehatan pada diri dan keluarga masing-masing. Yakni dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) H Saifudin mengatakan, di dalam bulan Maulid ini masyarakat tentunya ingin merayakan Maulid Nabi besar Muhammad SAW.
Dalam perayaan tersebut, papar H Saifudin, tentu saja melibatkan orang banyak yang tentunya rawan penyebaran virus Covid-19.
Karena itu, lanjutnya, pelaksanaan Maulid tersebut hendaknya tetap disesuaikan dengan ketentuan protokol kesehatan.
“Jadi, perayaan Maulid ini tentunya boleh-boleh saja. Hanya saja dengan catatan. Yakni, bisa dilaksanakan perayaan Maulid, tapi masyarakat yang hadir hanya 20 persen dari luas tempat,” ujarnya, Senin (2/11/2020).
Untuk diketahui, Kepala Kantor Kementerian Agama HST merupakan salah satu anggota Tim Satgas Penanganan Pencegahan Penularan Covid-19 untuk wilayah Kabupaten HST.
Karena itulah, H Saifudin mengimbau kepada masyarakat yang laksanakan perayaan Maulid, agar semua jamaah yang hadir tetap menggunakan masker, jangan melakukan kontak badan antara satu dengan lainnya seperti bersalaman, cipika cipiki hendaknya dihindari.
“Penitia atau tuan rumah pada saat perayaan tersebut, demi menjaga kesehatan bersama, harus menyediakan tempat cuci tangan. Kalau bisa makanannya disediakan dalam bentuk kotakan. Janganlah makanannya disediakan dalam bentuk prasmanan,” ujarnya.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tetap dapat dilaksanakan, sementara keinginan pemerintah dalam rangka untuk mempercepat penanganan wabah, dalam hal memotong matarantai penularan Covid-19, tetap berjalan.
“Semoga Covid-19 ini cepat berakhir dengan diberikan berkah oleh Allah SWT dalam peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini,” harap Saifudin.[]



