Realisasi Tagihan Pasar Banjarmasin Capai 80%

Realisasi Tagihan Pasar Banjarmasin Capai 80%

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Dinas Pengelolaan Pasar Kota Banjarmasin dinilai berhasil mengumpulkan hasil retribusi pasar, terhitung Januari hingga Oktober 2020.

“Telah terkumpul sekitar Rp 6 miliar hasil dari retribusi pasar hingga Oktober tadi,” kata Kepala Bidang PSDP dan Pasar Disperindag Kota Banjarmasin, Ichrom M Tezar, Selasa (3/11).

Menurut pria yang akrab dipanggil Tezar ini,  jumlah tersebut diprediksi sekitar 80 persen terealisasi dari target PAD sektor retribusi sebesar Rp6,5 miliar untuk tahun 2020. “Insya Allah dalam dua bulan ke depan kita usahan terealisasi 100 persen,” ujarnya. 

Tezar menjelaskan, Retribusi pasar yang ditarik tersebut dari 21 blok pasar di tahun 2019 dan 43 blok pasar tahun 2020 di Kota Seribu Sungai ini. 

Sedangkan untuk tahun 2021 nanti, papar Tezar, pihaknya telah menaikkan taget PAD pasar menjadi sekitar Rp 8 miliar, dengan perhitungan situasi ekonomi kini dinilai mulai membaik dan potensi pasar diprediksi naik.  Rencananya di tahun depan akan tambah lagi potensi pasar Kota Banjarmasin, yakni Pasar Tungging Belitung. 

“Potensi retribusi Pasar Tungging Belitung itu lumayan, yakni sekitar Rp 400 jutaan,” ucapnya. 

Tezar juga menyampaikan capaian tersebut merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) potensial untuk Pemerintah Kota.

Untuk memudahkan pendataan tiap blok pasar, maka sejak tahun 2019 lalu Disperindag Bidang Pasar Kota Banjarmasin telah melakukan Geografik Informasi Sistem (GIS), yang diberikan titik kordinat di tiap toko blok pasar milik Pemkot.

Setelah melakukan pemetaan pendataan berbasis GIS itu, papar Tezar, maka akan dilanjutkan pengintegerasian antara data dari GIS dengan e-Rmpas, sehingga datanya bisa klop dengan fakta di lapangan.

“Selama ini data yang dimilikki e-Rmpas dengan data di lapangan sering terjadi ketidaksamaan. Untuk itu kami terus upayakan untuk meminimalisir perbedaaat data, agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *