Editor : Almin Hatta
PARINGIN – Keyakinan akan adanya penghuni di seluruh bagian alam semesta, membuat warga Desa Ajung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Balangan, yang mayoritas merupakan suku Dayak Pitap, begitu menghargai alam beserta isinya.
Untuk menjaga hubungan baik dengan alam semesta, baik alam nyata maupun tak kasat mata, ritual upacara “Tapung Tawar” sebagai prosesi tanda mulai dibukanya kembali wisata pendakian Gunung Hauk dan Wisata Arus Sungai Batu Ajung, digelar pada Senin (5/7).
Makna di balik kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Kelompok Sadarwisata (Pokdarwis) setempat, Satina, usai mengikuti prosesi upacara ritual adat Tapung Tawar bersama warga.
“Intinya, sebelum menyatakan bahwa areal wisata dibuka untuk umum, terlebih dahulu kami meminta izin, sekaligus memintakan keselamatan kepada pemilik alam semesta beserta seluruh penghuninya,” tuturnya.
Satina menjelaskan, upacara yang dipimpin oleh Para Balian (sebutan bagi para tokoh adat setempat) selaku pemimpin ritual atau upacara, dilakukan guna meminta perlindungan kepada Nining Bahatara (sebutan bagi Tuhan Yang Maha Esa).
Selain itu, papar Satina, dimintakan pula perlindungan dan izin kepada para leluhur, agar setiap warga dan pengunjung tetap merasakan senang, aman, dan nyaman, jauh dari segala bentuk malapetaka.
“Kami ingin para pengunjung dapat merasakan eksotisme alam kampung kami, sekaligus kami mengimbau pula agar sama-sama menjaga alam tetap asri dan alami, saat berkunjung ke desa kami. Tentunya tetap patuhi protokol kesehatan,” imbaunya.
Dengan usainya upacara ritual Tapung Tawar tersebut, maka segenap warga Desa Ajung menyatakan bahwa mulai Senin, 5 Juli 2021, Wisata Gunung Hauk dan Wisata Arus Sungai Batu Ajung, dibuka untuk umum.
“Mari Berkunjung ke Ajung,” pungkasnya Satina.[]



