Editor : Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Rilis Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), per Kamis 15 Juli 2021, ada 3 pasien dinyatakan sembuh. Namun, kembali ada penambahan 2 orang terpapar Covid-19.
Tambahan 2 kasus baru itu berasal dari Kecamatan Dusun Tengah, 1 orang diantaranya bahkan meninggal dunia, berasal dari Ampah Kota.
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Bartim, Drs Dwi Aryanto, 3 orang pasien yang sembuh berasal dari tiga kecamatan. Yakni masing 1 orang dari Kecamatan Pematang Karau, Raren Batuah, dan dari Kecamatan Patangkep Tutui.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Bartim tersebut menjelaskan, secara akumulatif kasus Covid-19 di Bartim ada 1.138 kasus, sebanyak 1.105 orang pasien sudah sembuh, 11 orang masih dalam perawatan, dan 22 orang dinyatakan meninggal dunia.
“Adapun 11 pasien yang masih dalam penanganan tersebar di enam kecamatan. Yakni dari Kecamatan Karusen Janang 1 orang, Paju Epat 1 orang, Dusun Timur 5 orang, Dusun Tengah 1 orang, Awang 2 orang, dan dari Kecamatan Patangkep Tutui 1 orang,” ujarnya.
Sedangkan empat kecamatan yang sudah tidak ada lagi pasien Covid-19 yang dirawat atau menjadi zona hijau, adalah Kecamatan Pematang Karau, Raren Batuah, Paku, dan Kecamatan Benua Lima.
“Pemerintah terus mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, sehingga terhindar dari penularan Covid-19,” ujarnya.
Dwi Aryanto kembali mengingatkan, bersama pemerintah dan seluruh komponen masyarakat, mari kita bersama-sama untuk lebih mendisiplinkan diri dan keluarga dalam mencegah dan memutus matarantai Covid -19 dari wilayah kita dengan selalu mematuhi protokol pencegahannya.
“Dukungan dan komitmen seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Barito Timur, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” tuntasnya.[]



