BANJARMASIN – “Bangun Banua harus benar-benar bangun dari tidur panjang,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi dalam ramah tamah yang digelar PT Bangun Banua Kalimantan Selatan, Jumat (31/12).
Menurut Yani, sebagai salah satu perusahaan daerah milik pemerintah provinsi, Bangun Banua harus betul-betul bisa memberikan kontribusi yang positif bagi perekonomian Banua.
Yani hadir sebagai wakil rakyat Kalsel dalam pertemuan itu, ingin memotivasi jajaran direksi dan komisaris Bangun Banua. “Harus solid,” ujarnya.
Direktur Utama PT Bangun Banua Bayu Budjang menyampaikan, meski dengan cara sederhana, refleksi akhir tahun digelar agar pihaknya bisa menatap 2022 dengan percaya diri.
“Kita perlu masukan-masukan,” katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel Imam Suprastowo pun mengungkapkan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah naungan Pemprov Kalsel harus sinergi.
“Kita sudah komunikasikan, Bangun Banua, Bank Kalsel, Jamkrida, untuk bersinergi,” ucapnya.
Imam terang-terangan, DPRD Kalsel belum bisa bicara banyak soal penyertaan modal untuk BUMD hingga 2024. Alasannya, berdasarkan POJK nomor 12 Tahun 2020, modal harus tercukupi Rp 3 triliun. Padahal posisi sekarang masih Rp 1,8 triliun.
“Bank Kalsel jangan hanya besar dengan dirinya sendiri, tapi bisa mengangkat BUMD-BUMD yang lain,” imbuhnya.



