Harapan Camat Paku: Tahun 2023 Tak Ada Lagi Stunting

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Camat Paku, Paskahariadi, berharap pada tahun 2023 nanti tidak ada lagi anak dengan kondisi stunting di Kabupaten Bartim.

“Khususnya di Kecamatan Paku,” katanya, ketika menghadiri Lokakarya Mini Penurunan Stunting yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Paku, Kabupaten Bartim, Jum’at (12/8/2022).

“Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, untuk tahun 2024 nanti angka stunting di seluruh Indonesia harus turun 15%. Tapi secara pribadi kami berharap untuk wilayah Kecamatan Paku pada tahun 2023 nanti sudah bebas stunting,” ujarnya.

Untuk itu, Paskahariadi berharap seluruh lintas sektor di Kecamatan Paku dapat bekerja sama dalam menanggulangani masalah stunting ini.  

“Jadi, ini bukan hanya upaya satu orang, dua orang, atau tiga orang. Penanganan stunting ini harus  melibatkan kebersamaan semua orang,” ujarnya.

Pekan ini, lanjut Paskahariadi, pihaknya sudah mulai  melakukan penangan stunting secara lebih terperinci. Agar tidak ada tumpang tindih kegiatan.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Tampa, Dandang Suseno SKM MM, menyampaikan, dengan adanya saling kerjasama maka diyakini bisa mempercepat penurunan stunting.

“Apalagi ditambah dibantu oleh dinas yang bergerak di bidang kesehatan, otomatis penanganannya lebih fokus,” ucapnya.

Dandang Suseno menyatakan, data angka stunting dapat dilihat per bulan karena pihaknya selalu melakukan evaluasi melalui seluruh Posyandu.

“Posyandu merupakan tempat untuk mengetahui berat timbangan tubuh anak, termasuk mengetahui gizi anak. Dari situ terlihat nilainya yang berubah-rubah. Untuk bulan Juli lalu ada 31 orang yang termasuk stunting,” ungkapnya.

Dandang Suseno menegaskan, pihaknya secara konsisten menangani anak gizi buruk agar menjadi gizi yang bagus.

“Mudah-mudahan pada bulan depan catatan dari Posyandu angka stunting wilayah Kecamatan Paku sudah turun,” tuntasnya.[]

Editor : Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *