RSUD TL Jelaskan Soal Pasien Rujukan Meninggal Dunia

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Tamiyanglayang (RSUD TL) memberi penjelaskan mengenai meninggalnya seorang pasien rujukan dari Klinik Mitra Insani, Ampah, beberapa hari lalu.

Disebutkan, pasien yang merupakan seorang ibu warga Desa Tumpung Ulung, Kecamatan Pematang Karau, Kabupaten Barito Timur (Bartim), yang tengah mengandung itu telah mendapat penanganan sesuai SOP di RSUD TL. 

Pihak RSUD TL menegaskan, pasien berbadan dua itu dirujuk dengan kondisi janin yang sudah tidak bernyawa, dan telah mendapat penanganan optimal sesuai SOP, tanpa dipersulit urusan BPJS.

Spesialis Kandungan RSUD TL, dr Reinhard Loho SpOG menyampaikan, kronologis kejadian ketika pasien rujukan Klinik Mitra Insani itu dengan kondisi janin Intrauterine fetal death (IUFD) atau meninggal dunia di dalam.

“Sampai di rumah sakit diperiksa, hasil laboratorium dan tanda vitalnya dalam kondisi batas normal. Dari hasil pemeriksaan, pasien sudah dalam persalinan fase aktif pembukaan 3-4 dan pasien riwayat Caesar,” kata Reinhard dalam video klarifikasi yang diunggah.

Menurutnya, karena bayi meninggal di dalam  berusaha untuk dilahirkan normal. Pasien kemudian dipindahkan dari IGD ke kamar bersalin.

“Selesai diberi makan, pasien tidak lama mengalami sesak nafas. Petugas langsung menyiapkan operasi emergency, namun dalam proses menunggu tiba-tiba pasien sudah tidak ada respon, dan ketika diperiksa sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Reinhard mengaku perlu meluruskan informasi mengenai peristiwa itu, supaya tidak menjadi preseden negatif yang menyatakan pihaknya tidak melayani atau karena  pasien BPJS tidak dilayani. Ditegaskannya, tudingan seperti itu salah.

Sementara itu, Direktur RSUD TL, dr Vinny Safari, menyatakan, penanganan pasien yang meninggal dunia itu sudah dilakukan sesuai dengan SOP. Pasien dengan kondisi masuk tanda-tanda vital dalam batas normal.

“Spesialis sudah mengambil tindakan dan terapi injeksi, dan pemeriksaan darah memberikan oksigen sesuai dengan prosedur,” ungkap dr Vinny.

Disebutkan, pasien ibu hamil rujukan dari Klinik Mitra Insani Ampah ke RSUD TL itu langsung masuk di Ruang IGD, dan ditangani untuk dilakukan pemeriksaan secara medis oleh tenaga yang bertugas di bagian IGD.

Upaya yang dilakukan kemudian untuk menyelamatkan sang ibu dengan tetap menjalankan sesuai SOP. Tetapi semuanya tidak sejalan, sang ibu setelah diberi makan merasakan sesak napas dan akhirnya meninggal dunia.

Menurut Vinny, perlu dukungan dari keluarga pasien dan pihak yang merujuk hendaknya memberikan keterangan secara lengkap mengenai kondisi pasien sebelum masuk.

Pihak RSUD TL pun menyayangkan adanya kematian pasien yang dirawat kurang dari 48 jam. Oleh sebab itu, sebaiknya apabila disarankan oleh tenaga kesehatan untuk dirujuk, agar segera dilakukan, mengingat jarak tempuh cukup jauh serta kondisi pasiennya.[]

 

Gazali Rahman 11/3/ 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *