TAMIYANGLAYANG – TP-PKK Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar pertemuan rutin gabungan sekaligus buka puasa bersama, Jum’at (22/3/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Bupati Bartim tersebut dihadiri langsung oleh Pj Ketua TP PKK Bartim, Melly Novita Indra Gunawan, dan seluruh anggota TP-PKK dari 10 kecamatan, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya Melly Novita Indra Gunawan menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi ibu-ibu Pengurus PKK Kabupaten dan Kecamatan yang melaksanakan ibadah puasa.
“Semoga bulan suci Ramadan ini dapat menjadi sarana bagi kita untuk memperbaiki diri menjadi
insan yang lebih baik dan bertakwa kepada Allah SWT,” ucapnya.
Melly Novita juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh Pengurus PKK Kabupaten, Ketua dan Pengurus PKK Kecamatan yang telah hadir pada pertemuan tersebut.
“Selain sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi antar pengurus, pertemuan ini juga merupakan sarana evaluasi kita terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan, maupun kegiatan di masa yang akan datang,” katanya.
Melly Novita dalam kesempatan itu mengingatkan, pengurus dan kader PKK memiliki peran strategis dan tanggung jawab besar dalam membangun masa depan bangsa. PKK berperan penting dalam mendukung program pembangunan pemerintah, melalui lingkup kerja yang terkecil, yaitu keluarga.
“Beberapa waktu lalu saya diundang mengikuti kegiatan BKKBN Provinsi Kalteng dalam kegiatan intensifikasi pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi di Bartim. Ada banyak atensi yang disampaikan oleh pihak BKKBN Provinsi dan Ketua PKK Provinsi, Ibu Ivo Sugianto Sabran, untuk Kabupaten Bartim yang perlu menjadi perhatian kita selaku Tim Penggerak PKK kabupaten dan kecamatan,” ujarnya.
Melly Novita menyebut, bahwa yang menjadi perhatian adalah: Pertama, tingkat stunting di Bartim yang masih perlu banyak usaha untuk mencapai target 18% di tahun ini. Prevalensi Stunting Kabupaten Bartim menduduki urutan 7 tertinggi tingkat Provinsi Kalteng.
“Selain melalui kegiatan seperti pemberian makanan tambahan bagi balita, perlu kita tekankan juga kepada para ibu untuk terus memantau kondisi gizi dan tumbuh kembang
anak-anaknya. Selain itu, diperlukan kerjasama dan sinergi antara berbagai pihak dan komitmen yang kuat dan implementatif dalam program percepatan penurunan angka stunting Kabupaten Bartim. Sehingga target prevalensi stunting sebesar 18,19% pada tahun 2024 dapat tercapai,” sebutnya.
Melly Novita menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK). Tim Pendamping Keluarga terdiri dari Kader KB, Kader PKK, dan bidan.
Kader PKK berperan penting dalam pendampingan keluarga. Diantaranya adalah penyuluhan dan kunjungan ulang keluarga resiko stunting, memberikan edukasi dan motivasi keluarga resiko stunting ke faskes terdekat, serta menghubungkan ke bantuan sosial. TPK memiliki sasaran calon pengantin atau calon PUS, ibu hamil, ibu pascapersalinan, dan baduta 0-23 bulan/24-59 bulan.
“Untuk itu, saya mengimbau kepada kader PKK Kabupaten Bartim yang tergabung dalam TPK supaya aktif dalam berbagai kegiatan,” ujarnya.
Melly Novita juga menuturkan, selain stunting dan pernikahan dini di Kabupaten Bartim tergolong masih sangat tinggi. Perkawinan anak memiliki banyak dampak negatif dan sangat berbahaya tidak hanya bagi anak, keluarga, tapi juga negara. Diantaranya stunting, serta tingginya angka kematian ibu dan bayi.
Perempuan yang menikah di usia anak juga memiliki resiko kematian lebih tinggi, akibat komplikasi saat kehamilan dan melahirkan dibandingkan dengan perempuan dewasa.
“Oleh karena itu, penting bagi kita selaku pengurus dan kader PKK juga berperan dalam mengedukasi masyarakat tentang dampak yang ditimbulkan dari pernikahan dini,” demikian Melly Novita Indra Gunawan.[]
Gazali Rahman 24/3/ 2024. (zp).



