Review Film Contagion (2011): Kesinoniman Contagion dengan Covid-19

Diposting pada

Pertama saya harus menyatakan kalau ini akan menjadi spoiler bagi kalian yang belum menonton film ini.

 

Ok. Bagi kalian yang pernah menonton film ini, kalian tentu akan merasa familiar dengan adegan-adegan yang muncul dalam film ini.

 

Contagion merupakan film begenre fiksi ilmiah besutan sutradara Steven Soderbergh. Selain itu, film ini juga dibintangai oleh aktor dan aktris kawakan hollywood, diantaranya Matt Damon, Kate Winslet, Laurance Fishburne, Jennifer Ehle, Marion Cotilard, Jude Law, dan Gwyneth Paltrow.

 

Contagion bercerita mengenai penyakit misterius yang pertama kali muncul di Hongkong dan kemudian menyebar dengan sangat cepat ke seluruh dunia. Kasus pertama dalam film ini ialah Beth Emhoff (Gwyneth Paltrow) yang pergi ke Hongkong untuk urusan bisnis. Selama perjalanannya di Hongkong ia melakukan banyak interaksi dengan orang-orang. Hal ini yang menjadi awal penyebaran virus fiktif ini.

 

Adegan-adegan awal dalam Contagion fade in pada benda benda yang di sentuh oleh Beth Emhoff, mengisyaratkan penyebaran virus fiktif ini melalui drop plate. Nampak familiar?

 

Kemudian, secara cepat virus fiktif ini menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Naas, virus fiktif ini membunuh setiap orang yang terinfeksi. Dinyatakan dalam film bahwa ada jutaan manusia telah meninggal dunia diakibatkan oleh virus ini. Tenaga medis, pemerintah masing-masing negara terdesak dengan keadaan ini, tidak terkecuali WHO (World Health Organization). Para ahli epidemiologi dikerahkn untuk menganalisis virus misterius ini.

 

Mereka, para ahli menemukan beberapa rumusan mengenai gejala dan cara persebaran virus ini. Gejala tersebut diantaranya demam tinggi, batuk, kesulitan bernafas, sakit kepala, berkeringat, dan akhirnya kejang kemudian meninggal. Selain itu, cara persebaran virus ini diketahui dengan cara drop plate.

 

Cara pesebaran ini ditemukan oleh Dr. Leonora (Marion Cotilard). Ia mengamati setiap rekaman CCTV di sebuah kasino di Hongkong untuk menyelidiki Beth Emhoff, pasien kasus pertama MEV-1. Hal ini dilakukannya untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh Beth Emhoff dan menarik simpulan.

 

Singkat cerita ciri virus fiktif ini telah ditemukan, gejala, cara penyebaran, tetapi tidak dengan vaksinnya. Ketika para ilmuan memberikan solusi pencegahan dengan mempublikasikan hal ini ke publik, pihak pemerintah menolak. Beberapa dari mereka beranggapan bahwa publikasi ini akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

 

Benar saja, ketika Alan Krumwiede (Jude Law), seorang jurnalis lepas, membuat sebuah artikel di blog pribadinya mengakibatkan kekacawan di mana-mana. Warga menjadi panik, melakukan panic buying, beberapa melakukan penjarahan di toko-toko retail. Suasana menjadi semakin kacau ketika Alan menuduh bahwa virus fiktif ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi.

 

Pada sebuah wawancara eksklusif pada stasiun TV dengan Dr. Cheever, Alan mengatakan bahwa, antivirus telah ditemukan tetapi pemerintah menutupinya. Ia jua mengatakan bahwa beberapa perusahan penyedia alkes telah kongkalikong untuk mengeruk kekayaan dari kejadian ini. Meskipun sebenarnya antivirus belum benar-benar ditemukan. Para ahli harus melakukan uji coba lagi untuk memastikan bahwa antivirus ini aman untuk manusia.

 

Kekacauan terjadi di mana-mana. Sampai pada satu adegan Dr. Ally Hextal (Jenifer Ehle) menyuntikan sebuah antivirus ke dirinya sendiri untuk mengetahui dosis yang tepat pada manusia. Ia berhasil melakukannya. Sesegera mungkin vaksin diperbanyak untuk menyelamatkan jutaan umat manusia.

 

Nampak familiar? Kita semua saat ini sedang menghadapi pandemi yang memiliki kemiripan dengan virus fiktif yang ada pada Contagion. Pada salah satu komentar di YouTube mengatakan, “9 years later everyone realised that it wasn’t a movie but a warning”. Film ini seakan-akan merupakan peringatan pada umat manusia.

 

Ada banyak kemiripan antara Contagion dengan Covid-19 yang tengah kita hadapi saat ini. Namun, ada perbedaan yaitu pada jumlah kematian yang diakibatkan oleh virus. Pada Contagion kematian mencapai 25-30%, sedangkan pada Covid-19 diperkirakan 1,8-3,4%.

 

Kita tentu berharap pandemi ini cepat berlalu.

 

Pada bagian akhir film diceritakan kembali awal mula virus fiktif ini. Diawali oleh kelelawar yang terinfeksi kemudian menjatuhkan pisang yang dimakannya ke kandang babi, babi disembelih oleh seorang Chef di Hongkong, lalu Chef itu bersalaman dengan Beth Emhoff.

 

Kelelawar dalam Contagion menjauh dari habitatnya karena habitatnya diganggu oleh manusia. Hal ini menjadi salah satu amanat dalam Contagion, bahwa kita harus tetap menjaga keseimbangan alam agar tetap terkendali.

 

 

Nun, 27 April 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *