Kota Seribu Sungai masih menjadi kota dengan jumlah kasus positif terbanyak di Kalsel. Namun, hal ini boleh jadi sebagai hal yang positif, mengingat semakin banyak kasus yang diketahui maka semakin banyak yang ditangani. Sehingga karantina dapat dilakukan pada pasien-pasien tersebut.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin, melaksanakan rapid test massal kepada pedagang dan pengunjung di kawasan Pasar Sentral Antasari, Kamis (14/5).
Machli Riyadi, Jubir Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin mengungkapkan bahwa dari total 200 rapid test yang telah selesai dilaksanakan di empat titik yang disediakan di kawasan pasar tersebut, 46 orang diketahui mendapatkan hasil reaktif, sedangkan lainnya negatif.
“Bagi mereka yang reaktif, selanjutnya akan kami jadwalkan untuk menjalani tes swab. Diimbau kepada mereka yang reaktif untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari dirumah,” terang Machli.
Rapid test massal yang di mulai sejak pukul 09.00 Wita berjalan lancar, meskipun diakui Machli masih ada saja beberapa pedagang yang menolak untuk menjalani rapid test.
“Akhirnya kita meminta bantuan kepada aparat TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin untuk menjemput para pedagang yang tidak mau, alhamdulillah setelah mendapat dukungan penuh dari TNI, Polri, dan Satpol PP semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.
H. Ibnu Sina, Walikota Banjarmasin, selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Banjarmasin juga terlihat memantau pelaksanaan rapid test di salah satu pusat perbelanjaan tersebesar di Banjarmasin itu.
Menurut Ibnu, rapid test ini sangat perlu dilakukan, pasalnya dengan rapid test tersebut bisa mengetahui sejauh mana penyebaran Covid-19 di Pasar Sentral Antasari. Sehingga Tim Gugus Tugas dapat sedini mungkin melakukan penanganan dan penanggulangan guna mengatasi penyebaran Covid-19 semakin meluas dan memutus mata rantai Covid-19.
Peran serta masyarakat ditegaskan Ibnu sangat berpengaruh besar dalam membantu upaya Pemerintah Kota Banjarmasin memerangi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, ia mengharapkan pada PSBB yang masih berlangsung, seluruh warga Banjarmasin dapat membantu memutus mata rantai penyebaran dengan berperilaku hidup sehat dan bersih, serta mengikuti aturan yang sudah ditetapkan Pemko Banjarmasin.
“Seperti wajib menggunakan masker pada saat beraktifitas diluar rumah jika memang mendesak, cuci tangan dengan sabun, dan tetap menjaga jarak. Jangan sampai tertular karena ketidak hati-hatian,” himbaunya.
Orang nomor satu di Banjarmasin itu juga terlihat beberapa kali memanggil warga yang masih tidak taat karena belum menggunakan masker pada saat berada di Pasar Sentral Antasari untuk memberikan masker dan langsung mengarahkan mereka untuk melaksanakan rapid test. (man)



