Demi Kemanusian, Kades Sarapat Setujui Tempat Isolasi Covid 
(maknanews.com)

Demi Kemanusian, Kades Sarapat Setujui Tempat Isolasi Covid 

Diposting pada

TAMIYANGLAYANG – Ertiono, selaku Kepala Desa (Kades) Sarapat, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur (Bartim), menyatakan setuju atas rencana pemerintah setempat menjadikan Kantor Kesbangpol sebagai tempat karantina pasien Covid-19.

“Mau tidak mau, saya harus setuju kantor tersebut dijadikan tempat isolasi Covid 19. Sebab, ini program pemerintah yang menyangkut masalah kemanusian,” ujarnya, Rabu (15/7/2020).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, warga Desa Sarapat menolak tegas rencana tersebut. Mereka bahkan sempat memasang portal dan poster penolakan di depan jalan masuk Kantor Kesbangpol tersebut.

Selasa (14/7/2020) lalu, pemerintah Desa Sarapat memfasilitasi mempertemuan antara warga dengan pemerintah daerah, untuk mencari solusinya.

Pada pertemuan di Aula Kantor Desa Sarapat itu hadir aparat pemerintahan desa, masyarakat, Camat Dusun Timur, Kapolsek Dusun Timur, Danramil Dusun Timur, dan sejumlah pihak lainnya. Namun instransi terkait tak ada yang hadir.

Sayangnya, ungkap Ertiono, rapat atau pertemuan tersebut tidak membuahkan kesimpulan. “Warga menginginkan disetujui bebarapa hal terlebih dahulu. Antara lain adanya jaminan kesehatan, pasilitas penempatan orang yang diisolasi di Kantor Kesbangpol harus dijelaskan, dan kepastian setiap pasien dijaga, jangan sampai berkeliaran,” katanya..

Karena itu, lanjut Ertiono, pihaknya tidak bisa menetapkan apakah Kantor Kesbangpol itu akan digunakan sebagai tempat isolasi Covid-19, atau sebaliknya mengikuti kehendak warga yang menolak.

“Itu semua itu bukan wewenang kami. Akan tetapi, saya sebagai Kades menyatakan setuju atas rencana pemerintah yang ingin menggunakan Kantor Kesbangpol sebagai tempat isolasi Covid-19. Mau tidak mau, saya setuju. Sebab ini program pemerintah menyangkut kemenusian,” ujarnya.

Namun demikian, Ertiono mengingatkan, pemerintah atau gugus tugas juga harus memperhatikan atau menjamin kesehatan masyarakat sekitar Kantor Kesbangpol tersebut.

Di sisi lain, Ertiono berharap masyarakat dapat menerima kalau tempat tersebut dijadikan penampungan pasien Covid-19. “Saya dengar dari Kepala Dinas Kesehatan kemarin, tempat tersebut untuk pasien reaktif, bukan positif Covid-19,” katanya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Bartim, Simon Biring, mengatakan, tempat tersebut hanya dijadikan tempat pasien yang reaktif.

“Hanya penempatan sementara menunggu hasil Swab. Kalau sudah ada hasilnya dan dinyatakan positif, maka pasien tersebut kita pindahkan,” tegasnya.[]

 

Editor: Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *