BANJARMASIN – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan (Kalsel) menggunakan istilah baru. Namun, kasus positif masih terus bertambah.
Penggantian istilah tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020, tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel, M Muslim mengatakan, salah satu istilah baru yang dimaksud adalah kasus probable yang sebelumnya disebut PDP.
“Yaitu orang yang diyakini sebagai suspek dengan ISPA Berat, atau gagal napas akibat aveoli paru-paru penuh cairan (ARDS), atau meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19, dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR,” katanya, Senin (20/7/2020).
Selain itu, papar Muslim, perubahan istilah untuk ODP menjadi Kasus Suspek. Sedangkan untuk kasus positif Covid diganti dengan istilah Kasus Konfirmasi, yang terbagi dua. Yaitu bergejala dan tidak bergejala, serta Kontak Erat.
“Selain ada perubahan istilah, Tim Gugus Tugas juga melakukan perubahan pada strategi penanganan Covid-19,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muslim juga menyampaikan update kasus Covid-19 di Kalsel.
Disebutkan, hari ini ada penambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 52 kasus berasal dari Tala 12, Kotabaru 1 orang, Banjar 2 orang, Batola 12 orang, HSS 2 otang, Tanbu 1 orang, Balangan 1 orang, Banjarmasin 14 orang, dan Banjarbaru 7 orang. “Tiga kasus konfirmasi diantaranya berasal dari probable,” katanya.
Selain penambahan kasus konfirmasi, Muslim menuturkan, ada sebanyak 140 orang pasien yang sembuh. “Mereka berasal dari RSUD Ulin 1 orang, Karantina Tala 8 orang, Karantina Batola 20 orang, Karantina HSS 16 orang, Karantina HSU 1 Orang, Karantina Balangan 42 orang, Karantina Kota Banjarmasin 47 orang, dan Karantina Kota Banjarbaru 5 orang,” ucapnya.
Sedangkan untuk pasien yang dilaporkan meninggal beberapa waktu lalu berstatus suspek 5 orang. Berasal dari HSS 1 orang (meninggal 6 Juli), Kota Banjarmasin 1 orang (meninggal 17 Juni), dan Kota Banjarbaru 3 orang (meninggal 2, 4, dan 6 Juli).
“Jadi saat ini pasien konfirmasi yang dirawat di rumah sakit ada 239 kasus dan karantina 2.637 kasus, totalnya Kasus Dalam Perawatan sebanyak 2.864 kasus. Pasien Sembuh 1.875 kasus, dan Meninggal 251 kasus, dengan total seluruhnya menjadi 4.990 kasus,” pungkas Muslim. Adapun untuk kasus Suspek ada 783 orang, dan Probable 360 kasus.[]
Editor: Almin Hatta



