ULM Buka Jalur Khusus bagi Warga Dayak Meratus
(maknanews.com)

ULM Buka Jalur Khusus bagi Warga Dayak Meratus

Diposting pada

BANJARMASIN – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin membuka kesempatan bagi warga adat (Suku Dayak) Pegunungan Meratus, untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut melalui jalur khusus.

Program kesempatan kuliah di ULM Banjarmasin bagi warga Dayak Meratus ini bertujuan untuk pemerataan kesempatan pendidikan tinggi bagi warga pedalaman.

“Sudah ada kesepakatan kerjasama dengan pihak ULM. Dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti dengan MoU terkait penerimaan mahasiswa yang berasal dari masyarakat adat atau Suku Dayak Meratus,” kata Bunyamin Uhil, Ketua Perkumpulan Masyarakat Dayak Meratus (Kumdatus), Sabtu (25/7/2020).

Kumdatus sendiri saat ini telah mengusulkan sepuluh orang warga lulusan SMA asal Pegunungan Meratus, untuk dapat diterima sebagai mahasiswa ULM.

Dikatakan Bunyamin, pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan ULM yang memberikan kesempatan bagi warga Suku Dayak untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.

“Kerjasama ini sangat membantu, agar nantinya SDM masyarakat adat atau pegunungan dapat lebih baik. Kami ingin generasi muda Suku Dayak mampu berperan dalam pembangunan,” katanya.

Bunyamin mengakui, selama ini angka putus sekolah di kalangan warga Dayak Meratus sangat tinggi. Hanya segelintir mereka yang bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurut Bunyamin, ada banyak faktor penyebabnya. Antara lain faktor ekonomi, kemampuan akademik, budaya seperti ikut orangtua bertani atau berladang. “Banyak juga yang memilih menikah atau juga tidak bisa hidup merantau,” ujarnya.

Kawasan Pegunungan Meratus sendiri tersebar di tiga provinsi Kalimantan. Yakni Kalsel, Kalteng, dan Kaltim. Di Kalsel, pegunungan ini membelah sembilan kabupaten. Warga Suku Dayak Meratus hidup dalam wilayah yang disebut Balai Adat. Ada puluhan balai adat yang tersebar di Pegunungan Meratus.

Sementara itu, Rektor ULM Banjarmasin, Prof Sutarto Hadi, mengatakan, program ini merupakan bagian dari kewajiban ULM untuk membangun SDM berpendidikan tinggi, dan secara khusus memberikan kesempatan kepada anak-anak Pengunungan Meratus.

“Mereka kami masukan dalam kebijakan afirmasi, agar peluang diterima lebih terbuka. Dengan kebijakan ini, saya berharap semakin banyak anak-anak Pengunungan Meratus yang bisa kuliah di ULM,” katanya.

Sutarto menuturkan, saat ini ULM menerima rekomendasi sekitar 10 orang, dan ditargetkan bisa lebih dari 20 orang setiap tahun.

“Diharapkan, setelah selesai kuliah, mereka dapat kembali ke kampung halamannya membangun masyarakat dan daerahnya di kawasan Pegunungan Meratus yang merupakan aset bagi umat manusia,” pungkasnya.[]

 

Editor: Almin Hatta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *