Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Melihat singkatnya masa pelaksanaan pendidikan semester baru di perguruan tinggi sekarang ini, maka Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin sudah jauh-jauh hari menyiapkan tiga skenario pola pembelajaran.
“Hal tersebut penting dilakukan, agar kedepannya perguruan tinggi, dalam hal ini ULM, dapat lebih sigap dalam menghadapi situasi yang tidak dapat diperkirakan ini,” kata Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM, Aminuddin Prahatama Putra, Kamis (3/9/2020).
Aminuddin menjelaskan, Pola Pertama: saat dalam kondisi zona merah. Dalam kondisi ini seluruh sistem pembelajaran akan dilaksanakan secara daring tanpa terkecuali. Namun kedepannya, jika grafik kasus Covid-19 mengalami penurunan, maka akan dilaksanakan praktikum bagi program studi yang mengharuskan, pada akhir tahun 2020.
Pola Kedua, dalam kondisi zona kuning. Dalam kondisi ini pembelajaran tatap muka sudah dapat diakomondir. Dari 16 pertemuan, akan dilaksanakan 9 pertemuan tatap muka.
“Jika kita sudah zona kuning, nantinya dalam 16 dari pertemuan itu, kita hanya merekomendasi 9 pertemuan. Itu pun hanya praktikum. Selebihnya tetap kita adakan daring. Jadi masih ada perimbangan sekitar 30-40% untuk pelaksanaan tatap muka,” ujarnya.
Pola Ketiga, dalam kondisi zona hijau atau dalam kondisi adaptasi kebiasaan baru. Pada kondisi ini, ULM merencanakan akan melaksanakan 50% pembelajaran tatap muka, dengan tetap dalam penerapan protokol kesehatan ketat.
“Jadi, kan rata-rata mata kuliah itu diampu 2 orang dosen. Misal satu kelas ada 40 mahasiswa, maka akan kita bagi 20 untuk pekan ini, lalu 20 untuk pekan berikutnya, dengan dua dosen yg berbeda. Pola ini diharapkan, agar jangan sampai menyebabkan peningkatan grafik kasus pandemi,” katanya.
Aminuddin lebih jauh mengatakan, pada intinya ULM sendiri dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan ini, tidak akan bisa kembali pada situasi sebelum pandemi ini mewabah.
“Kedepannya, kita tetap harus menerapkan adaptasi kebiasaan baru, dan kami secara rutin berkoordinasi dengan seluruh dekan dan wakil dekan satu untuk merundingkan proses implementasi pembelajaran, agar tidak terganggu,” katanya mengakhiri wawancara.[]



