Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Berhubung telah tersusunnya kepengurusan FKTI Korda Provinsi Kalimatan Selatan (Kalsel) yang baru dilantik kemarin, dan diketuai Ibnu Sina, 6 korca kabupaten/kota di Kalsel pun dikukuhkan.
Kepengursan 6 Koordinator Cabang tersebut meliputi FKTI Korca Banjarbaru, Banjar, Tabalong, HSS, Batola, dan Korca Banjarmasin, yang dikukuhkan oleh Sekjen FKTI Sensei Bachruddin, Sabtu (6/9) di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin.
Dengan dilantiknya kepengurusan 6 Korca FKTI tersebut, memberi harapan besar terhadap pembinaan cabang olahraga karate tradisional di kabupaten dan kota tersebut.
Selama ini, Banjarmasin termasuk gudangnya atlet karateka tradisional berprestasi dunia, dengan menorehkan prestasi dan melahirkan juara-juara di tingkat internasional.
“Kita berharap ke depan kembali muncul Fauzan-Fauzan (Juara Dunia Karate Tradisional 2017 ) dan Mustafa (Juara Dunia Karate Tradisional 2013),” ujarnya.
Prestasi yang terbaru dari karateka Kalsel menyabet gelar Juara Umum Kejuaraan Nasional Virtual Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) 2020.
“Kalsel ini gudangnya atlet karate dunia. Tahun 2013 karateka Mustafa menjadi juara dunia, disusul Fauzan (kini jadi anggota TNI di Bandung) juara dunia karate di tahun 2017. Tak hanya itu, di tingkat nasional prestasinya bagus-bagus,” kata Sensei Bachruddin.
Sementara itu, H Totok Agus Daryanto MPd, Ketua Korca FKTI Banjarmasin, menyampaikan bahwa pihaknya akan coba berkolaborasi dengan SKPD di Pemkot Banjarmasin untuk lebih memasyarakatkan karateka.
“Selain itu, kita juga akan ploting dengan sekolah SD, SMP, dan SMA, bagaimana karate bisa ditekuni anak sekolah,” katanya.
Untuk Banjarmasin, papar Totok, pembinaan akan dimulai dari anak-anak atau usia dini, dengan harapan muncul bibit baru di masa mendatang dengan prestasi dunia.[]



