Editor: Almin Hatta
Banjarmasin – Meski dalam enam bulan pertama tahun 2020 ini produski padi Kalsel baru mencapai 1,3 juta ton dari target yang ditentukan pusat sebesar 1,7 ton, namun Ir Syamsir Rahman optimis target tersebut dapat tercapai, bahkan mungkin terlampaui.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel itu menjelaskan, pada 3 bulan terakhir target pencapaian sisa 400 ton tersebut dapat terealisasi.
“Agustus kemarin kita sudah merealisasikan sebanyak 1,3 juta ton. Berarti masih ada sisa waktu tiga bulan, yakni September- Oktober-November. Sedangkan Desember nanti adalah masa panen, dan diharapkan 400 ribu ton tercapai,” katanya, dalam wawancara di kantornya di Banjarbaru, dua hari lalu.
Di sisi lain, ungkap Ir Syamsir, sekarang masih ada sisa lahan sebanyak 182.000 hektare yang belum ditanami, dan itu diperkirakan bisa menghasilkan padi sejumlah 200.000 ton.
Untuk penanaman bulan September, lanjut Syamsir, akan dilakukan berbeda. Kalau sebelumnya padi lokal, maka untuk yang dua bulan terakhir ini (penanaman September – Oktober, red), digunakan jenis padi unggul.
“Kita melakukan penanaman lagi di bulan September, dan itu langsung kita tanam. Tanamnya adalah padi unggul, setelah yang kemarin padi lokal,” tuturnya.
Menurut Syamsir, untuk padi unggul yang ditanam pada September-Ooktober ini, maka Desember nanti sudah panen.
“Prediksi kami hasilnya sekitar 1,8 juta ton, bahkan tidak menutup kemungkinan mencapai 2,5 hingga 3 ton, karena produktivitas sangat tinggi. Bahkan kemarin hasil panennya ada yang mencapai 4,5 ton. Jadi, kita optimis target yang ditetapkan pusat itu bisa tercapai, dan bahkan mungkin terlampaui,” katanya.[]



