Usaha Ternak Ayam Petelur Desa Bitang Nalong Berhasil

Usaha Ternak Ayam Petelur Desa Bitang Nalong Berhasil

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada dunia kesehatan, melainkan juga mengacaukan sisitem pendidikan, dan bahkan membuat dunia usaha kelimpungan. 

Pandemi Covid-19 telah membuat begitu banyak perusahaan terpaksa melakukan PHK, atau setidaknya merumahkan sebagian karyawannya. Maka, tak sedikit orang yang kehilangan pekerjaan.

Sementara itu, kebutuhan hidup tetap harus diperjuangkan. Maka, apa yang telah dilakukan Pemerintah Desa Bitang Nalong, Kecamatan Patangkep Tutui, Kabupaten Barito Timur, Kalteng, dengan membuka usaha ternak ayam petelur adalah solusi yang pantas dijadikan teladan.  

“Ayam petelur yang dikelola oleh Bagian Pemberdayaan Masyarakat Desa Bitang Nalong sebanyak  400 ekor, dan dalam dua bulan terakhir sudah menghasilkan 300 butir telur per hari,” kata Sekretaris Desa Bitang Nalong, Nanik Triana, dalam bincang-bicang dengan Maknanews, Senin (5/10/2020).

Nanik bercerita, Pemerintah Desa Bitang Nalong memulai usaha ternak ayam petelur ini sekitar lima bulan lalu. “Usaha ini kita serahkan kepada pegawai Pemerintahan Desa, tepatnya  bagian Pemberdayaan Masyarakat. Soalnya, kita tidak ada anggarannya, misalnya untuk mengupah orang untuk menjaga, pelihara dan memberi pakannya, tidak ada anggarannya,” ujarnya.

Untuk kandang pemeliharaan ayam petelur tersebut, papar Nanik, ditempatkan di  belakang rumah Kasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Bitang Nalong yang memang milik Pemerintah Desa Bitang Nalong. Pokoknya, apa yang ada kita berdayakan, yang penting usaha ini bisa berjalan,” ucapnya.

Sedangkan untuk bibit ayam petelurnya, Nanik mengaku mereka membeli yang sudah berumur sembilan minggu. “Karenanya, baru dua bulan terakhir mulai bisa menghasilkan telur, dan itupun pada tahap pertama telurnya kecil-kecil,” ujarnya, sambil tersenyum.

Kini, lanjut Nanik, setelah usaha ayam petelur tersebut berjalan sekitar lima bulan, hasilnya sudah mulai bisa dirasakan. “Sekitar 70% dari 400 ekor ayam yang kita pelihara itu sekarang ini, setiap hari, menghasilkan telur. Yah, lumayan banyak,” katanya.

Lalu, ke mana memasarkannya? Nanik mengaku pihaknya menjual telur hasil usaha ternak Pemerintah Desa Bitang Nalong itu ke mana-mana. “Ada yang kita jual di pasar, ke warung-warung di kampung-kampung, bahkan kita pasarkan sampai ke Desa Tampa. Syukurlah, pemasarannya juga cukup bagus,” ujarnya.

Atas keberhasilan tersebut, ungkap Nanik Triana, pihaknya, dalam hal ini Pemerintah Desa Bitang Nalong, berencana melanjutkan program ternak ayam petelur ini di tahun 2021 nanti.[] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *