Tekan Stunting, Pemko Banjarmasin Gelar Rembuk

Tekan Stunting, Pemko Banjarmasin Gelar Rembuk

Diposting pada

Editor: Almin Hatta

BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar kegiatan bertajuk “Aksi III Rembuk Stunting”, dengan tujuan untuk meningkatkan komitmen dan mempererat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerjasama membangun gizi, dalam upaya mencegah stunting, demi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Kegiatan tersebut digelar di kantor Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dan dipimpin langsung oleh Plt Walikota Banjarmasin, H Hermansyah, didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Doyo Pudjadi, Kepala Dinas Kesehatan Machli Riyadi, Kepala Barenlitbangda Kota Banjarmasin Sugito, dan diikuti sejumlah pemangku kepentingan terkait, Kamis (8/10/2020).

Untuk diketahui, stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak), akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya, serta memiliki keterlambatan dalam berpikir. Stunding umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Menurut Sugito, Pemerintah Kota Banjarmasin sudah melakukan berbagai macam upaya dan aksi untuk mengatasi masalah stunting di Kota Seribu Sungai ini. “Pemerintah telah melakukan aksi analisis melalui setiap instansi terkait, untuk penurunan angka stunting ini,” ucapnya.

Aksi selanjutnya, papar Sugito, menyusun kegiatan dalam rangka memperkuat upaya penurunan stunting di masyarakat. Selain itu, pihaknya juga sedang melakukan penyusunan program-program yang kemudian dibahas bersama guna menurunkan angka stunting ke depannya.

Sementara itu, Plt Walikota Banjarmasin H Hermansyah mengatakan, melalui rembuk stunting ini bersama-sama melakukan berbagai macam upaya untuk pencegahan dan penurunan angka stunting. “Upaya penurunan angka stunting tidak hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan, tetapi seluruh SKPD terkait,” katanya.

Menurut Hermansyah, gerakan pencegahan dan penurunan angka stunting tidak akan terlaksana tanpa adanya kebersamaan dan gotong-royong seluruh pihak. “Ini tugas kita bersama, dan tanggung jawab bersama, agar Banjarmasin terbebas dari stunting,” pungkasnya.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *