Editor: Almin Hatta
TAMIYANGLAYANG – Program kesejahtaraan masyarakat yang gencar dilakukan pemerintah pusat di masa pandemi Covid-19 ini, terus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Timur (Bartim) melalui Dinas Sosial Kabupaten Bartim.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Sosial memprogramkan bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat dengan tujuan mensejahterakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan.
Bansos telah disalurkan melalui beberapa program. Antara lain Program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), PKH (Program Keluarga Harapan), dan beberapa program lainnya.
“Semua program tersebut sudah dan terus dilaksanakan oleh Pemkab Bartim, melalui Dinas Sosial Bartim,” tegas Kepala Dinas Sosial Bartim Ir Riza Rahmadi, melalui Ranggono selaku TKSK (Tenaga Kesejehteraan Sosial Kecamatan) untuk wilayah Kecamatan Patangkep Tutui, Senin (12/10/2020).
TKSK sendiri, papar Ranggono, bertugas mendampingi masyarakat yang termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) saat pengambilan bantuan sembako di toko agen yang ditunjuk.
“Bansos BPNT ini disalurkan satu bulan sekali. Pengambilan sembakonya di toko agen yang sudah ditentukan oleh Bank Mandiri,” katanya.
Untuk Kecamatan Patangkep Tutui, lanjut Ranggono, hanya ada satu agen saja yang ditunjuk. Yaitu agen e-Warung Nafis.
“Toko agen sembako e-Warung Nafis ini sudah bekerjasama dengan Bank Mandiri, dengan jumlah KPM yang menerima sembako sebanyak 271 orang,” ujarnya.
Di toko agen sembako e-Warung Nafis ini juga dilakukan penyaluran program PKH, dengan pendamping dari TKSK bernama Yusi Anugrahni. “Jumlah penerima perogram keluarga harapan di sini sebanyak 88 orang yang termasuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyalurannya juga dilakukan satu bulan sekali di toko agen tersebut,” katanya.
Menurut Ranggono, untuk menunjang keamanan dan ketertiban, maka penyaluran program tersebut didampingi oleh Babinsa 1012/02 Bentot, Serma S Sembiring.
Sebelum penyaluran Bansos dilaksanakan, Ranggono selalu menyampaikan kepada peserta KPM agar saat pengambilan sembako dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. “Kami selalu mengingatkan, agar warga selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Intinya, kita selalu mengingatkan agar semua warga mengutamakan jaga kesehatan,” ujarnya.
Sedangkan kepada agen penyalur Bansos, Ranggono selalu mengingatkan agar transparan dalam menyampaikan harga barang yang disalurkan kepada KPM. “Tiap satu orang KPM mendapatkan bahan sembako dengan nilai Rp 200.000. Maka dari itu, agen juga memberikan nota belanja yang disertakan pada setiap transaksi. Selain itu, agen toko harus melayani dengan ramah, saling sapa yang sopan, agar pelanggan puas,” tuntasnya.[]



