Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Sinkronisasi penataan ruang Kota Banjarmasin dengan Provinsi Kalsel dan Nasional, menjadi pertanyaan untuk paslon nomor urut 2 dalam debat yang digelar pada Selasa malam (10/11) kemarin.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ibnu-Arifin pun memaparkan program yang telah dilaksanakan.
Dijelaskan Ibnu bersama eks Kadis PUPR Banjarmasin Arifin Noor, mereka telah melakukan sinkronisasi penataan ruang dalam kurun waktu tiga tahun terakhir sedang menjalankan tugas merancang perubahan tata ruang Kota Banjarmasin. Bahkan saat ini sebagai payung hukum, Perdanya, sedang digodok DPRD Banjarmasin.
Adapun dalam 20 langkah perubahan tata ruang yang dicanangkan, Ibnu mengaku sudah 19 langkah yang terealisasi di era Baiman I. Itu mengartikan satu langkah lagi untuk menyempurnakan tata ruang di Kota ini.
“Sehingga kami mengetahui betul bagaimana cara menata ruang Kota Banjarmasin ke depan. Inilah yang akan menjadi panduan kita dan diakomodir dalam Perda tentang perubahan tata ruang,” terang Ibnu Sina.
Ibnu melanjutkan, penataan dalam ruang darat, laut, udara, dan lainnya itu benar-benar bisa diarahkan agar bisa maksimal menjadikan potensi Kota Seribu Sungai ini sebagai salah satu andalan nasional dalam bentuk kawasan strategis nasional Banjar Bakula.
Kawasan Banjar Bakula yang meliputi Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Batola, memiliki satu kesatuan perencanaan pembangunan. Soal transportasi misalnya, tidak bisa hanya Banjarmasin saja, namun juga melibatkan kawasan Banjar Bakula lainnya.
“Kawasan yang direncanakan menjadi satu kesatuan perencanaan,” singkatnya.
Sementara itu, calon Wakil Walikota Arifin Noor mengatakan, keselarasan tata ruang Kota Banjarmasin tidak terlepas dari RTRW provinsi maupun nasional. Sehingga perlunya memperhatikan dan memuat kawasan Banjar Bakula lainnya.
Disamping tata ruang untuk infrastruktur program Baiman, paparnya, juga memperhatikan pendukungnya dengan dibukanya kawasan-kawasan usaha ekonomi dan keamanan seperti memberikan ruang untuk pangkalan TNI Angkatan Laut, dan akan membuat Pelabuhan Trisakti baru di daerah Mantuil. Ini dikatakannya merupakan rekomendasi yang sudah bersesuaian dengan tata ruang provinsi maupun nasional.
“Ini menjadi satu strategi kita, agar perekonomian di Banjarmasin sehingga zona-zona usaha baik dari pembangunan pelabuhan, kegiatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur lainnya, akan menjadi kekuatan yang besar mendatangkan perekonomian yang baik bagi mayarakat,” katanya.(*)



