Editor: Almin Hatta
BANJARMASIN – Sinergi perencanaan pembangunan Kota Banjarmasin telah dilakukan sang petahana, dengan melakukan sinergi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di era Baiman I.
Berbagai upaya pun telah dilakukan, guna tercapainya pembangunan infrastruktur yang merata dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dan sekaligus tidak merusak lingkungan. Hal ini tentu perlu koordinasi yang baik dari dengan berbagai pihak di Pemerintah Kota Banjarmasin.
Seperti yang dikatakan sang petahana,Ibnu Sina, koordinasi mudah diucapkan namun dalam pelaksanaan perlu upaya yang luar biasa, agar semua dapat tertata dengan baik.
Untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan itu, papar Ibnu, mesti dimulai dari perencanaan. Seperti perencanaan pembangunan melalui program Sistem Informasi Manajemen Pemerintah Daerah Terpadu Banjarmasin (SIMPUN). Selain sistem aplikasi perencanaan kota, kemudian juga aspek pendanaannya tentu harus pula disesuaikan.
Lebih lanjut dijelaskan Ibnu, dalam setiap tahapan-tahapan perencanaan dari Musrenbang tingkat kelurahan, tingkat kecamatan, hingga tingkat kota, banyak aspirasi yang ditampung untuk kemudian disinkronisasikan.
Hal ini juga berkaitan dengan adanya keluhan soal galian dan sebagainya. Namun, menurut Ibnu, di sinilah peran Dinas PUPR terkait pembangunan utilitas tersebut agar Ruang milik jalur (Rumija) benar-benar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya.
Tidak hanya dari sisi Kota Banjarmasin, secara regional Pulau Kalimantan menurutnya juga harus direncanakan secara baik. Sehingga Kota Banjarmasin tidak hanya dipandang sebagai salah satu Ibu Kota Provinsi Kalsel, tetapi juga bisa menjadi pintu gerbang bagi ekonomi Pulau Kalimantan.
Hal senada disampaikan Cawali, Arifin Noor. Ia menegaskan, koordinasi bukan barang yang mudah. Sehingga masing-masing SKPD menjalankan tanggung jawab yang diberikan, sesuai tupoksinya untuk melakukan kegiatan di Kota Banjarmasin.
Seperti halnya galian proyek, ungkap Arifin, kegiatan ini tidak dapat diprediksi secara jelas dari kerusakan yang terjadi. Namun eks Kadis PUPR Banjarmasin ini mengatakan, tanggung jawab diberikan apabila terjadi kerusakan, dan mereka akan segera memperbaiki.
Menurut Arifin, perhitungan selalu dilakukan dalam suatu perencanaan kegiatan. Baik itu proyek galian dan lainnya, di mana pihak ketiga yang menginginkan ada suatu fasilitas untuk ditanam sebagai investasi di Kota Banjarmasin.
“Tentu ini perlu didukung, karena akan menunjang aspek-aspek perekonomian, namun yang terpenting tidak merusak lingkungan,” ujarnya.
Selama menjabat sebagai Kadis PUPR, Arifin memberikan perlakuan yang sama, dan sistem koordinasi dilakukan secara terukur dan terarah.
Dimasa era Baiman I, perbaikan pun terus dilakukan Dinas PUPR Banjarmasin melalui tiga inovasi pembangunan. Yaitu BATARANG (program penerangan setiap sudut kota), BATAJIR (program Kota Banjarmasin bebas banjir), dan TUTUP LUBANG.[]*



