Dana BOS Tahap Tiga SMKN 1 Belum Keluar

Dana BOS Tahap Tiga SMKN 1 Belum Keluar

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tamiang Layang tahun 2020 ini mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, untuk membangun ruangan praktek siswa (RPS).

“Dengan adanya RPS tersebut, maka siswa bisa mempelajari dan peraktik langsung mengenai pelajaran yang didapatnya,” kata Kepala SMKN 1 Tamiyang Layang, Drs H Mulyadi, Kamis (19/11/2020). 

Sebagai contoh, Mulyadi menunjuk siswa Jurusan Multimedia. Dengan adanya RPS tersebut, mereka bisa latihan langsung membuat spanduk atau mendesain undangan. Dalam tiga tahun, diharapkan siswa sudah pandai membuat kreasi-kreasi tersendiri sesuai yang diinginkannya.

“Alhamdulillah, sekolah kita selalu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Tahun ini sekolah mendapatkan bantuan untuk membangun ruangan praktek senilai Rp950 juta. Kemudian disusul bantuan peralatan seperti computer dan kamera. Ada juga peralatan untuk Jurusan Otomotif dan Jurusan Elektronik. Kita terima barangnya langsung dari pemerintah pusat. Jadi, berapa nilai anggarannya kita tidak tahu,” ujarnya.

Mengenai bangunan RPS tadi, Mulyadi menyatakan  pelaksanaan pengerjaannya dilakukan secara swakelola, dengan luas bangunan 30 x 11 meter, dan anggaran sebesar Rp950 juta.

SMKN 1 Tamiyang Layang terdiri tiga jurasan. Yakni Multimedia, Otomotif, dan Elektronik. Saat ini tercatat sebanyak 270 siswa.

Mulyadi mengungkapkan, pihaknya tiap tahun mengajukan bantuan anggaran ke pemerintah pusat, disamping mendapatkan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah).

“Tapi, dana BOS untuk tahap tiga tahun 2020 ini hingga sekarang belum keluar. Jadi, untuk keperluan sekolah pada saat ini terpaksa memakai dana talangan,” katganya. 

Menurut Mulyadi, belum keluarnya dana BOS tahap ketiga ini lantaran tidak ditemukannya berkas SMKN 1 Negeri Tamiang Layang. Sudah kita cari ke aset daerah, Pemda, dan Bupati, tapi tidak ditemukan. Begitu di  sekolah, juga tidak ada berkas SMKN1 Negeri.

Sementara itu, Eka Merdeka Wati selaku guru Jurusan Otomotif, menyatakan bahwa pelajaran praktik tetap dilakukan secara langsung.

“Siswa-siswa dalam melaksanakan peraktik teknik bongkar-pasng mesin misalnya, kita lakukan dengan cara bergiliran. Jadi, kita tetap hindari kerumunan, untuk memutus matarantai dari Virus Covid-19,” ujarnya.

Menurut Eka, pelajaran praktik di sekolah ini dilakukan dengan secara bergiliran. “Misalnya pekan untuk kelas 11, maka pekan depan giliran kelas 12. Siswa yang mengikuti peraktik otomotif ada 60 orang. Jadi kita bagi jadi lima hari peraktik. Jadi satu orang siswa mendapatkan tujuh kegiatan peraktik secar rolling. Ada tujuh guru otomotif di SMKN 1 ini,” ucapnya. “Siswa juga diajari pelaksanaan K3 keselamatan kerja. Keselamatan kerja sangatlah penting,” tutup Eka Merdeka Wati.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *