Penghobi Ikan Hias Kembali Marak

Penghobi Ikan Hias Kembali Marak

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Sempat dikenal di seluruh tanah air sebagai salah satu hobi yang banyak diminati, memelihara ikan hias jenis gapi maupun ikan cupang kini mulai kembali marak.

Kegemaran masyarakat akan dua jenis ikan ini sebenarnya kembali meningkat sejak pertengahan 2020 lalu. Terbukti dari terus berkembangnya minat masyarakat terhadap jenis ikan ini di masyarakat.

Namun, memasuki akhir tahun 2020, hobi yang awalnya hanya untuk kesenangan kini mulai berubah. Yakni merambah ke dunia usaha.

Budidaya ikan hias ini rupanya mulai rajin digeluti masyarakat, karena semakin tingginya peminat ikan hias jenis gapi maupun cupang.

Menurut Ari, salah seorang warga yang membudayaan ikan ini di Kawasan Kelayan B, Banjarmasin Selatan, munculnya ide untuk membudayakan ikan ini karena tingginya minat masyarakat terhadapnya.

“Bahkan, kita tak hanya menyukai saja, namun juga bisa menjualnya. Bukan hanya di Banjarmasin, tapi permintaan juga banyak darang dari Kalteng maupun Kaltim, berupa bibit,” katanya, Minggu (03/01/2021).

Ketertarikan kembali masyarakat akan dua jenis ikan hias ini, papar Ari, salah satunya lantaran beragamnya jenis ikan ini dari sebelumnya. Selain itu, harganya bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan per ekor.

“Misalnya ikan cupang. Kini masyarakat kembali dibuat penasaran dengan jenis baru ikan ini. Ada jenis Koi dan Nemo, serta berbagai jenis langka lainnya yang mulai muncul,” ujarnya.

Sementara untuk gapi, lanjut Ari, warna cantik dan beragam dari ikan ini juga bermunculan, dan ini kembali diburu pecinta jenis ikan hias satu ini.

“Mungkin salah satu alasan kenapa ikan ini diminati karena ikannya kecil, sehingga tak perlu aquarium besar untuk menampung, dan itu sudah cukup indah untuk dinikmati di rumah,” ucapnya.[]



Pembuat Aquarium Semakin Bersemangat

Di tengah semaraknya masyarakat berburu ikan hias, rupanya juga menghidupkan usaha kecil di kalangan masyarakat. Salah satunya pembuat aquarium yang ada di Banjarmasin.

Salah satu pembuat aquarium ikan hias di kawasan Jalan Veteran Banjarmasin Tengah, Suhudi, mengatakan, bebedapa bulan terakhir banyak permintaan untuk membuat aquarium dengan ukuran bervariasi.

“Kalau pesanan banyak yang kecil, yang biasa dipakai untuk ikan cupang atau kelatau, karena jenis ikan ini tak bisa digabung, makanya harus memiliki wadah tersendiri,” katanya.

Sementara untuk harga, untuk pembuat langsung dari rumahan tentunya berbeda dengan yang sudah ada di took. Kalau di pembuat langsung, harga bisa lebih murah.

“Harga lumayan terjangkau. Dari yang kisaran puluhan ribu sampai jutaan rupiah juga ada. Sesuai ukuran dan kerumitan pembuatannya,” katanya.

Di masa pandemi saat ini, Suhudi mengaku bersukur karena masih ada peluang usaha yang dapat dikerjakan di rumah.

“Meskipun penghasilan tak terlalu besar, namun masih bisa dijadikan pegangan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *