Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor, menjadi orang pertama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menerima suntikan vaksin (vaksinasi) Sinovac.
Tidak hanya Paman Birin yang mendapatkan suntikan vaksin. Sebanyak 12 pejabat publik di Kalsel juga menerima suntikan tersebut. Yakni M Syarifuddin (mewakil anggota DPRD Kalsel), Rudi Prabowo Aji (Kajati Kalsel), Firmansyah (Danrem 101/Antasari), Roy Rizali Anwar (Plt Sekda Kalsel), Muslim (Kadinkes Kalsel), Ubaidillah (Bipokes Polda Kalsel), Ary Yustianti (PNS BPOM), dr M Rudiansyah (Ketua IDI Kalsel), Supandi (Kemenag), Taufik Hidayat (Wakil Direktur RSUD Ulin Banjarmasin), dan yang terakhir Mukdiansyah (Sekretaris DPD Muhammadiyah Kalsel).
Sebagai orang pertama yang disuntikan vaksin, Paman Birin mengatakan agar masyarakat tidak takut disuntik vaksin. “Rasanya sakit-sakit nyaman, sama seperti vaksin lainnya. Jadi tidak perlu ditakuti,” ujarnya, saat ditemui setelah divaksinasi di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kamis (14/1).
Paman Birin juga menghimbau agar masyarakat Kalsel jangan takut divaksin. “Jangan takut untuk masalah vaksinasi ini. Sebab, ini adalah salah satu cara menghambat lajunya infeksi kasus Covid-19,” ucapnya.
Di sisi lain, Ketua IDI Kalsel, dr HM Rudiansyah Mkes SpPD Finasim, turut mengimbau masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan. “Ke depan itu tetap menerapkan protokol kesehatan. Tidak boleh ditinggalkan, karena vaksin ini hanya membantu kita untuk mencegah,” tuturnya.
Rudiansyah menambahkan, tenaga kesehatan yang diprioritaskan mendapat vaksinasi ini ada sekitar 80 persen dari jumlah keseluruhan.
“Karena sifatnya nasional, jadi tidak berdasarkan data dari kami, tapi data dari Kominfo. Di pendaftaran memang dituliskan para tenaga medis yang masuk kriteria. Mungkin sekitar 80 persen yang ada,” terangnya.[]



