Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Pasang air laut yang sangat tinggi, ditambah curah hujan yang juga tinggi, menyebabkan Kota Banjarmasin dan sekitarnya terendam banjir dalam beberapa hari terakhir. Hampir semua ruas jalan di Ibukota Kalimantan Selatan ini digenangi air yang cukup tinggi.
Akibatnya, arus lalulintas terganggu. Kendaraan roda dua yang nekat menerjang genangan air, kebanyakan mogok. Begitu pula mobil kecil (city car). Kendaraan yang mogok, sulit untuk dihidupkan kembali, alias rusak.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya bengkel yang tak bisa beroperasi di tengah musibah banjir ini. Maka, aktivitas masyarakat pun terganggu. Bahkan untuk melakukan evakuasi mandiri pun tak bisa.
Sementara di masyarakat, untuk mengamankan kendaraannya dari rendaman air, ada yang menempatkannya di tempat yang lebih tinggi dan memilih untuk tak menggunakannya.
Fitriadi, montir di Bengkel Ilhak Motor Pekapuran, mengaku dalam beberapa hari terakhir ini banyak warga memitanya untuk mengatasi kerusakan motor yang diakibatkan terendam air.
“Selain itu, ada juga warga yang meminta untuk meninggikan shok, knalpot, dan lainnya, agar motor bisa jalan dengan aman menerobos genangan air,” katanya.
Namun, papar Fitriadi, kerusakan banyak terjadi pada motor jenis matic. Masalahnya pun hampir sama, soal karburator, filter, dan busi yang terendam air.
“Jadi kalau ingin motor tahan saat menerobos genangan air, usahakan air tak sampai masuk ke mesin, baik melalui knalpot, filter, serta busi,” sarannya.[]



