Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Merasa sulit mendapat bantuan, khususnya makanan, warga terdampak banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai mengeluh jangkauan petugas yang membagikan bantuan.
Ada dua jenis bantuan yang sangat diharapkan oleh masyarakat. Yakni evakuasi, serta persediaan makanan bagi warga baik di posko maupun di tempat-tempat terpencil.
Mendapat air kiriman dari kawasan lebih tinggi, sebagian Kabupaten Banjar dan Batola kini memerlukan perhatian akibat banyaknya warga yang terjebak banjir.
Kebanyakan keluhan datang dari Kecamatan Istambul, Kabupaten Banjar. Di sana mereka mengelukah keterlambatan datangnya bantuan berupa makanan serta evakuasi pengungsi.
Dikatakan Nurul Hikmah, warga Desa Pematang, Kecamatan Istambul, setidaknya ada empat lokasi yang segera memerlukan bahan makanan serta evakuasi di Kecamatan Istambul. Yakni Desa Pematang, Desa Banua Anyar, dan Desa Tambak Anyar Ulu.
Untuk kawasan tersebut, papar Nurul, korban banjir di posko sering tertinggal dalam hal mendapat bantuan makanan. Baik karena batuan keburu habis, maupun tak terjangkau petugas.
“Bahkan di posko pengungsian, saat ini bantuan minim. Kita berharap bantuan sampai ke sini segera, khususnya bahan makanan,” ucapnya.
Sementara itu, warga Tambak Anyar Ulu, Zulfa, berharap tim evakuasi bisa segera menyusur kawasan Tambak Anyar, karena masih ada warga yang terjebak banjir. “Di sana bantuan masih minim, padahal banyak pengungsi bayi dan anak-anak,” katanya.
Sementara di kawasan Batola, khususnya di Kecamatan Alalak, Desa Semangat Dalam, evakuasi sudah cukup lancer. Namun diharapkan bantuan bahan makanan dapat dibagi dengan merata, karena kebiasaan posko yang berada di kawasan paling dalam sering tak kebagian bantuan.[]



