Pengusaha Tambak Hanya Bisa Ikhlas

Pengusaha Tambak Hanya Bisa Ikhlas

Diposting pada

Editor : Almin Hatta

BANJARMASIN – Direndam air banjir hampir sepekan, pengusaha tambak ikan di kawasan Cindai Alus dan sekitarnya, hanya bisa ikhlas kehilangan ikan saat air meluap melebih batas tambak.

Hal ini diutarakan salah satu pengusaha tambak, Abduh, di daerah Cindai Alus, Kabupaten Banjar, yang harus merelakan beberapa tambaknya meluap.

“Setidaknya satu tambak sementara bisa kita selamatkan, dan ikan-ikannya tak keluar. Namun untuk tambak lainnya, seperti pembibitan, terpaksa kita ikhlaskan,” ucapnya, Minggu (17/1).

Ketinggian air di kawasan itu, ungkap Abduh, sulit dikendalikan. Namun ia masih merasa salah satu yang masih beruntung, karena masih bisa menyelamatkan satu tambak. Sementara tambak pengusaha lain di sekitar situ hampir 95 persen harus mengikhlaskan ikannya lepas.

“Padahal ini sudah musim panen, dan usaha tambak sudah mulai membaik. Namun musibah banjir tahun ini tak bisa kita prediksi,” ujarnya.

Kendati merugi, Abdul tetap berharap ketinggian air atau banjir bisa segera mereda. Menurutnya, kondisi saat ini dinilai yang terburuk, dengan ketinggian air melebihi batas tambak.

“Jalan satu-satunya, kita batasi dengan jarring. Kendati air meluap, namun ikan masih bisa diamankan,” jelasnya.

Hal senada diucapkan H Ruzi, dari Desa Penggalaman. Semua isi tambaknya kini sudah terkuras air pasang dan hujan deras, sejak empat hari lalu.

Sementata itu, permintaan pengiriman ikan menurutnya masih berjalan, seperti ke Kalteng. Sementara untuk di kawasan Banjarmasin dan sekitarnya, hanya pedagang kecil yang masih memesan ikan,” katanya.

“Tapi, apa yang bisa kita kirim lagi, semua habis termasuk bibit ikan,” ucap warga Desa Sungai Batang, Kabupaten Banjar, itu.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *