Antasan Bromo & Memori Sebuah Kapal Keruk

  • Whatsapp
Antasan Bromo & Memori Sebuah Kapal Keruk

Oleh : Mansyur (Dosen Sejarah FKIP ULM)

MENJELANG peresmian, Senin (4/1), keberadaan Jembatan Antasan Bromo seakan menjadi magnet baru wagi warga Banjarmasin. Belakangan ini kawasan Jembatan Antasan Bromo selalu dipadati pengunjung, baik dari warga sekitar maupun luar kota Banjarmasin. Tergugah rasa penasaran, ingin berswafoto hingga ikut mengais rezeki dari keberadaan ikon baru Kota Seribu Sungai. Tidak sedikit dari warga setempat yang turut mendirikan lapak berjualan di kawasan ekowisata Jembatan Antasan Pulau Bromo.

Bacaan Lainnya

 

Bahkan, karena membludaknya pengunjung, sebelum diresmikan, kawasan ekowisata jembatan antasan bromo ditutup untuk masyarakat umum. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kerusakan, sebelum jembatan tersebut diresmikan maupun antisipasi pandemi covid-19.

 

Terlepas dari keunikan desain jembatan gantung yang membentang dari Kampung Ujung Benteng, Kelurahan Mantuil menuju Jalan Halimau, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin ini, wilayah Antasan Bromo yang kemudian hari diikuti munculnya nama Pulau Bromo, memiliki sejarah panjang. Ya, Jembatan panjang bentangnya sekitar 164.05 meter ini memiliki nama unik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *