Siswa SDN 4 Tamiang Layang Siap Hadapi Ujian Berbasis Komputer

  • Whatsapp
Siswa SDN 4 Tamiang Layang Siap Hadapi Ujian Berbasis Komputer

Editor : Almin Hatta

TAMIYANGLAYANG – Pemerintah Kabupaten Barito Timur (Bartim), melalui Dinas Pendidikan, berencana melaksanakan ujian akhir Sekolah Dasar Negeri (SDN) pada tahun 2021 ini secara daring berbasis komputer. Terutama untuk SDN yang memiliki Akreditasi A.   

Terkait dengan rencana tersebut, SDN 4 Tamiang Layang yang terletak di Jalan Manunggal, Kelurahan Tamiyang Layang, Kecamatan Dusun Timur, yang memiliki Akreditasi A, kini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian akhir secara daring berbasis komputer tersebut. 

Kepala sekolah SDN 4 Tamiang Layang, Kristina Paende SPd MM mengatakan, SDN 4 Tamiang Layang sudah persiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi ujian berbasis komputer/laptop tersebut.

Persiapan tersebut, papar Kristina, diawali dengan mengikuti simulasi beberapa waktu lalu. “Kalau melihat hasil simulasi ujian berbasis computer tersebut, maka ada bebarapa hal yang harus dipersiapkan pihak sekolah dan guru,” katanya, Senin (25/1/2021).

Kristina menjelaskan,  semua yang akan mengikuti ujian tersebut harus bisa menggunakan komputer. “Sebab, kalau melihat soal ujiannya, maka bukan hanya sekadar kelik ABC sebagaimana biasanya. Tapi juga harus bisa mengetik jawaban di komputer,” ujarnya. 

Menurut Kristina, kalau murid tidak biasa menggunakan laptop, tetap akan mengalami kesulitan. Sebab, dalam ujian ini boleh menggunakan Hp, melainkan komputer atau Laptop.

“Maka dari itu, untuk saat ini kami sebagai kepala sekolah berusaha untuk menyiapkan laptop dan komputer,” ucapnya.

Kini, lanjut Kristina, pihaknya melakukan permohonan, agar semua laptop yang ada, milik sekolah, milik pribadi guru, maupun milik orangtua murid, dipinjamkan kepada murid yang nantinya ikut ujian.

 

“Rencananya, untuk tahun 2021 ini, SDN 4 Tamiang Layang menyiapkan leptop dan computer. Kemudian kita lakukan belajar tatap muka untuk murid kelas 4 dan 5 seminggu sekali, guna mengikuti pelajaran berbasis Komputer dan laptop. Sebab, itu merupakan persiapan menghadapi ujian berbasis Komputer,” ucapnya.

Menurut Kristina, karena murid yang akan mengikuti ujian ada sekitar empat ruang kelas, maka paling tidak harus tersedia 20 unit laptop/komputer. 

“Ketika kemarin mengikuti simulasi ujian, murid pakai laptop kepala sekolah, punya guru-guru, dan milik orangtua murid. Murid yang tidak punya laptop, bisa pinjam orangtua murid yang lain,” katanya.

Kristina menyebutkan, sebenarnya semua ini merupakan program Kementerian Pendidikan, dengan tujuan memetakan muto pendidikan. “Jadi bukan untuk sekadar lulusan saja,” ucap Kristina. “Seorang murid harus bisa menguasai soal-soal pelajaran berbasis komputer,” tuntasnya.[]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.