Editor : Almin Hatta
BANJARBARU – Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, yakni korban banjir Kalsel, Sekolah Menengah Atas (SMA) Pradita Dirgantara membuka dapur umum.
Dapur umum yang dibentuk 1 hari setelah banjir melanda Kalsel ini, yakni pada 14 Januari 2021 lalu, tiap hari membagikan 500 bungkus nasi kepada pengungsi maupun relawan bencana banjir Kalsel.
Hal ini diutarakan Danlanud Sjamsuddin Noor, Kolonel Pnb M Taufiq Arash SSos kepada awak media, Kamis (4/2/21).
“Atas inisiatif Ketua Pia Danlanud Sjamsuddin Noor, kita sudah membuka dapur umum sampai hari ini, dengan rata-rata nasi siap saji kurang lebih 500 bungkus,” katanya.
Kolonel Pnb M Taufik memaparkan, 500 bungkus nasi siap saji ini tiap hari dibagikan di titik-titik yang membutuhkan. Baik melalui jalur darat maupun jalur udara, ke daerah terpencil seperti ke Datar Ajab Barabai (Kabupaten Hulu Sungai Tengah) dan Kabupaten Barito Kuala.
“Operasional dapur umum ini sendiri turut dibantu Kepala Staff Angkatan Udara (KSAU) dan Darma Pertiwi Gabungan,” ujarnya.
Tidak hanya dua komponen di atas, SMA Unggulan Pradita Dirgantara yang terletak di Lanud Adi Soermarmo, Solo, pun turut membantu kegiatan dapur umum ini.
“SMA Pradita Dirgantara yang posisinya berada di Lanud Adi Soemarmo juga turut memberikan kepeduliannya untuk masyarakat Kalsel, dengan membuka dapur umum,” ucap Kolonel Pnb M Taufiq Arasj.
Di akhir, Danlanud berharap agar hadirnya dapur umum ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Kalsel yang terdampak musibah banjir. “Mudahan-mudahan hal kecil ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat Kalsel, khususnya saudara kita yang terdampak musibah,” tandasnya.[]



