Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Untuk mempermudah akses pelanggan dalam perjalanan, Tony Mas Tour and Travel menjalin kerjasama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Banjarmasin.
Owner Tony Mas Tour and Travel, Ichrom M Tezar, menuturkan, banyaknya konsumen ingin mencari travel/agen perjalanan yang langsung menyediakan rapid test, membuat pihaknya berinisiatif melakukan kerjasama dengan UTD PMI Kota Banjarmasin.
“Kebanyakan konsumen itu mencari travel yang sudah menyediakan rapid test untuk bepergian ke luar kota,” tuturnya, saat dihubungi via telepon, Rabu sore (17/2).
Rapid test dan Swab Antigen ini sendiri dilaksanakan di UTD PMI Kota Banjarmasin, dan memiliki beberapa ketentuan yang sudah dicantumkan Tony Mas Tour and Travel.
“Kita tidak menyediakan di kantor Travel Tony Mas. Pelaksanaan rapid test dan swab antigen ini langsung dilakukan di UTD PMI Kota Banjarmasin, dengan syarat membawa tiket yang bertuliskan dari perusahaan kami atau surat pelanggan Tony Mas Tour and Travel,”ucap Tezar.
Tezar juga mengatakan, beberapa hari ini terjadi peningkatan pelanggan yang memesan tiker perjalanan, baik yang datang langsung maupun via telpon.
“Untuk antusiasme pelanggan, berapa hari ini mengalami peningkatan. Baik yang memesan langsung datang ke kantor atau yang mesan via telepon,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua UTD PMI Kota Banjarmasin dr Ramadhan Supit mengatakan, kerjasama dengan Tony Mas Tour and Travel ini merupakan salah satu ajang promosi UTD PMI.
“Kerjasama kita kali ini merupakan salah satu ajang promosi bagi UTD PMI Banjarmasin,” tuturnya.
Kerjasama yang dimulai sejak 2 Februari 2021 ini tentunya memudahkan pelanggan travel untuk mendapatkan surat rapid test atau swab antigen.
Menurut dr Rama, harga untuk pemeriksaan rapid test maupun swab test di UTD PMI Kota Banjarmasin tergolong murah. “Kalau untuk biaya rapid test antibodi sendiri sekitar Rp125.000. Sedangkan untuk antigen Rp185.000,”ungkapnya.
Tidak hanya terbilang murah, pelanggan juga sangat terbantu dengan adanya layanan rapid dan swab test ini. Sebab, UTD PMI Kota Banjarmasin telah terdaftar di aplikasi e-Hac (Electronic Alert Card).
“Kalau periksa di kita itu, barcode hasil rapid test dan swab test-nya sudah bisa dilihat diaplikasi e-Hac, karena kita terdaftar di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Kelas II Banjarmasin,” ujar dr Rama.[]



