Editor : Almin Hatta
BANJARMASIN – Sudah hampir seminggu terakhir terjadi kelangkaan gas LPG 3 Kg. Bersamaan dengan itu, harganya pun melonjak, sehingga meresahkan warga Banjarmasin.
Kelangkaan gas LPG 3 Kg ini tentu membuat masyarakat, terutama para pelaku usaha kecil (UMKM) resah. Dan itu diakui oleh Adi Jaya, pemilik salah satu usaha Pangkalan Gas di Jalan Veteran, Banjarmasim Tengah.
“Kalau terjadi kelangkaan gas LPG seperti ini, tentu sangat berdampak kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, UMKM, seperti pedagang pisang goreng, nasi goreng, dan lain-lain,” ucapnya, saat ditemui Kamis (18/2/2021) sore.
Adi mengakui, beberapa hari belakang ini kiriman LPG 3 Kg ke pangkalan memang mengalami pengurangan yang signifikan. “Pangkalan induk kita itu di Agen Citra Karunia Ilahi. Sementara ini, kalau untuk LPG 5,5 Kg dan 12 Kg kita ada dikirim, itu pun terbatas sedikit, karena mereka juga dapatnya sedikit, dan dibagikan ke seluruh pangkalan yang mereka lindungi,” ujarnya.
Adi menuturkan, kurang lancarnya transportasi (truk) pengangkut bahan baku gas juga merupakan salah satu penyebab kelangkaan LPG sekarang ini.
“Kalau untuk jumlah barang memang sangat berkurang. Dari pengisian sendiri kekurangan bahan baku, lantaran transportasinya yang terputus di Jalan Ahmad Yani Km 17. Begitu juga kendala lalulints di Kayutangi ujung, di mana fery penyeberangan juga susah. Sekarang akses menuju ke fery itu yang rusak berat. Sampai kemarin sewa excavator untuk menarik, kalau tidak, ya semua macet. Itupun sehari cuma bisa dapat 9 truk saja,” ungkapnya.
Dulu, sebut Adi, jika ada kekurangan gas maka pihak agen akan memberi sesuai dengan jumlah yang diinginkan. Berbeda dengan sekarang, pihak agen hanya bisa memenuhi stok gas LPG sebanyak 20 tabung untuk setiap pangkalan.
“Kalau untuk tabung 12 kg, dulu berapa kita kosongnya pasti diisi. Kalau sekarang, berapa kita kosong diisi sesuai berapa mereka dapat. Misalnya di agen dapat 100, terus ada 5 pangkalan. Maka dibagi rata, masing-masing 20 tabung untuk satu pangkalan,” jelas Adi.
Di akhir, Adi berharap Pemerintah Daerah dapat membantu kelangkaan gas LPG ini, dengan memperbaiki sarana prasarana yang ada untuk memperlancar proses pengantaran gas LPG.
“Harapan kita, pemerintah daerah membantu untuk jalan yang rusak. Mungkin dipercepat proses pembangunan jembatan Kayutangi ujung, biar akses lancer. Atau perbaikan di Jalan Gubernur Syarkawi. Sekarang kan semua truk tidak bisa masuk. Bahkan tronton aja terbalik,” tandasnya.[]



